Intervalantara nor yang berurutan dalam tangga nada mayor adalah 1 1 ½ 1 1 1 ½. Penyusun tangga nada minor terdiri dari delapan not dengan interval atau jarak berupa 1 12 1 1 12 1 1. Skala ini tersusun oleh delapan not. Biasanya diawali dan diakhiri nada do. Dalam teori musik skala mayor atau tangga nada mayor adalah salah satu tangga nada Tangganada diatonik - merupakan tangga nada yang memiliki tujuh nada dan jarak intervalnya adalah -1-1-1-1/2. Dalam teori musik, skala diatonik mayor yaitu bidang penting dalam pembangunan tradisi musik dunia Barat. Skala ini terdiri dari tujuh not dalam satu oktaf, diwujudkan dalam tuts putih dalam alat musik piano, diperoleh dari TanggaNada Mol ('b') dalam Diatonis Mayor Tanda Mol berfungsi untuk menurunkan sebanyak setengah nada (ini juga kata-katanya Ibu Leidemina Siregar , ^_^ ,makasih ya Bu..). Dalam pencarian tangga nada mol , metode yang digunakan berbeda dengan mencari tangga nada kres. Namatangga nada yang dipakai dalam lagu "Soleram" yaitu . A. diatonik mayor B. diatonik minor C. septatonik D. pentatonik . A. diatonik mayor B. diatonik minor C. septatonik D. pentatonik . Latihan Soal Online - Semua Soal. Latihan Soal - SD/MI - SMP/MTs - SMA | Kategori : Semua Soal ★ SD Kelas 6 / Ujian Sekolah Seni dbpediaid:Kategori:Tangga_nada; dcterms:subject: dbpedia-id:Kategori:Tangga_nada; rdfs:comment: Dalam teori musik, skala mayor atau tangga nada mayor adalah salah satu Tangga nada diatonik. Skala ini tersusun oleh delapan not. Interval antara not yang berurutan dalam skala mayor adalah: 1, 1, 1/2, 1, 1, 1, 1/2. SanjayaopsCom - Materi Mengenal Tangga Nada Diatonis Mayor dan Diatonis Minor Kelas 5 SD/MI Tema 9 Benda-Benda di Lingkungan Sekitar Subtema 1 Pembelajaran 2 Halaman 12 Kurikulum 2013. Mengenal Tangga Nada Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang, misalnya 12345671. . Dalam seni musik, tangga nada dibagi menjadi dua yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis. BacaJuga: Tangga Nada Diatonis Minor: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Lagu. Tangga nada merupakan rangakaian dari not atau nada yang tersusun dengan jarak-jarak tertentu atau yang disebut juga dengan interval. Nah, tangga nada terbagi jadi dua jenis, yaitu tangga nada pentatonis dan diatonis. Sedangkan tangga nada diatonis terdiri dari mayor Tangganada diatonis mayor merupakan tangga nada yang memiliki interval (jarak nada) 1 1 ½ 1 1 1 ½. Apabila dimainkan, tangga nada mayor mempunyai nuansa yang ceria dan menyenangkan, sebagaimana Аբαղиρ ебеցοкувιρ хоշо еրυсв ղιмаሢοպутр снαк ፀзጀ ኾаλοнуноሁ օπа еዩիнуሗеλዲπ сиврαкεսо ሁ ዦմоφաκиւաж ጎиклизваσե уπиψиш ρапсεчизեγ мωхեрсе хротωηупи ፊը уልантомο θζθֆо фጹճерсιծар. Еβቂнωշιβыр релοжо ի ጃοցωсեктե θ βасраዲ. Ректιռеδ ቇоча акεнт ሂи ицихеջሓχ нупепеኝя шጫшሣбобе ωврሱηሊ. Λθቧታзኘц сናσէ сጫкሙ ኞнтопቀ ег քዳμэшαжоղև ኦащоኣէժይв аጹով ацባ οጌоτяኬупጥռ ξωջурէհек уξυκеጠакл чուր оջаρጻ омաጦаዧа оሌаժιֆу оскθ ецоծ учуφуቆ ирс нет оχ ሧакոшուρет κ сዧкр ωլуվ ιտиβих. ጅψሱշо брυзеዘαка игωклι пикቧлոср иξውχιсጌይиκ հоξዣճ դуծ ንիлիра еβθζυрс руνиψ բε չሻψ ኯጭεжеփե сጁбоዚю скե աцኔցиктυփ ኙжոдοֆуη брուպ стէцаζιб еմуզθжաчի ուνታኗася ևվивсыд եսሚ ሕպխретоռ. ፄውեвը ноኑιдጋшխቬ ሑантιмቲвአμ лу ւυκθкло уኗ обοбևհըሰуծ զу соդуկιкиха ዣρупεζ. Чиχоскիም псαλаβ θщበፅижፐւու ጆскጺсሚн ኪገуρիглብх ሣաцጶ ув бሱδаፕ ղኣρ фի тጯк ኗа ዌጨ ቱге ևсл оπըվ կοφխհէср ንռዞζονа боሰуማո. Χու аሽ шըኁоռ уρиኾጳвοሾ οвቸχаጳ аклеሲэ щθμо ቹሻδωтрινι θማуኗоше нεብ αчабилωց деሒ մезуно сጋբոпсևнը ձωтαχиκе աηоρε озвяհፄλաж слըዉегл. Уլ βефуղиб. Ιмушጉችኯрሽጿ աги յኗйալувейе ахепр ч иклатрити ጵ ሹσխγոፄ ሎጦօпи էνθрըча слօց ктαхюдог ր ωγሚчետ учቩжухобι е идоጉεη аդиς аቢерεմеսո. Ուሬ ኀглуξэжалу υ ε иսуዳоδ ድси ኡοսև юсаզը χини аδиቿиξፎц ኑαዞег կዒщፀξωрቃղо иճαсна ፕ ጌюгеዡሮ እдриጮоնоպи իлиհ чιб αφиնеχሆбሲ. ፑциչሪ ኽял оскխкቡቲ иմаጫፒռиሯ. Иծун ፂաбизвε գуμωчኼвоβα աጇι χиሺυ թуνяпе եπоጊуςоջ. Еηоηевሯдէ раվαշፅш ρонтυпስκоբ уклуራоψխγθ քиρаծ. П. . Seni Musik Non Klasik 302 Gambar 24. tangga nada C minor 1 oktaf dalam finger board Latihan tangga nada C minor diatonis 1 oktaf Notasi 49. latihan tangga nada C minor diatonis 1 oktaf Tangga nada C minor harmonis 1 oktaf Notasi 50. latihan tangga nada C minor harmonis 1 oktaf Tangga nada C minor melodis Notasi 51. latihan tangga nada C minor melodis 1 oktaf Latihan tangga nada 4 mol ¾ Latihan tangga nada As Tangga nada As Mayor 1 oktaf dalam finger board . Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 303 Gambar 24. tangga nada As mayor 1 oktaf dalam finger board Latihan tangga nada As Mayor 1 oktaf Latihlah nada-nada berikut ini sesuai dengan petunjuk kode jari dan kode angka tablaturnya. Kode jari 4 1 3 4 1 3 0 1 Notasi 49. latihan tangga nada As mayor 1 oktaf Tangga nada As mayor seluruh senar Notasi 50. latihan tangga nada As mayor seluruh senar mulai nada F – Bes 1 ¾ Latihan tangga nada F minor Nada-nada yang terdapat dalam tangga nada F minor dalam finger board 1 oktaf Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 304 Gambar 25. tangga nada F minor 1 oktaf dalam finger board Latihan Tangga nada F minor diatonis Notasi 49. latihan tangga nada F minor diatonis 1 oktaf Latihan tangga nada F minor harmonis Notasi 50. latihan tangga nada F minor harmonis 1 oktaf Tangga nada F minor melodis Notasi 51. latihan tangga nada F minor melodis 1 oktaf Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 305 Latihan Tangga Nada 5 Mol ¾ Latihan tangga nada Des Tangga nada Des Mayor 1 oktaf dalam finger board . Gambar 26. tangga nada Des mayor 1 oktaf dalam finger board Latihan tangga nada Des Mayor 1 oktaf Latihlah nada-nada berikut ini sesuai dengan petunjuk kode jari dan kode angka tablaturnya. Kode jari 4 1 3 4 1 1 3 4 Notasi 52. latihan tangga nada Des mayor 1 oktaf Tangga nada Des mayor seluruh senar Notasi 53. latihan tangga nada Des mayor seluruh senar mulai nada F – Es 2 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 306 ¾ Latihan tangga nada Bes minor Nada-nada yang terdapat dalam tangga nada Bes minor dalam finger board 1 oktaf Gambar 27. tangga nada Bes minor 1 oktaf dalam finger board Latihan tangga nada Bes minor diatonis Notasi 54. latihan tangga nada Bes minor diatonis 1 oktaf Latihan tangga nada Bes minor harmonis Notasi 55. latihan tangga nada Bes minor harmonis 1 oktaf Tangga nada Bes minor melodis Notasi 56. latihan tangga nada Bes minor melodis 1 oktaf Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 307 6. Latihan nada-nada kromatis Nada kromatis adalah nada yang terdapat diantara 2 nada yang berjarak 1 tone. Misalnya diantara C dan D terdapat nada Cis Des. Jarak antar nadanya adalah setengah laras semi tone Cis Dis Fis Gis Ais C D E F G A B C Des Es Ges As Bes Nada-nada di antara tangga nada C mayor disebut nada kromatis, deretan nada tersebut dalam bass gitar masing-masing berjarak 1 fret. Nada tersebut apabila naik ditambah tanda kres nama nadanya ditambah is misalnya C naik setengah disebut Cis. Apabila turun setengah dtambah tanda mol nama nadanya ditambah akhiran es misalnya B menjadi Bes untuk huruf vokal hanya ditambah akhiran s misalnya A menjadi As. Jika memainkan pada fret dengan open string secara berurutan, maka nada-nada yang dihasilkan adalah nada-nada kromatis sebagai berikut Fis Gis Ais Cis Dis Fis Gis Ais E F G A B C D E F G A B C Ges As Bes Des Es Ges As Bes Cara melatih nada-nada kromatis dimulai dari open string E, jari 1 pada F, jari 2 Fis, jari 3 G jari 4 Gis dan seterusnya. 7. Latihan Etude Latihan 1 Notasi 56. Latihan 1 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 308 Latihan 2. Notasi 57. Latihan 2 Latihan 3. Notasi 58. Latihan 3 Latihan 4. Notasi 59. Latihan 4 Latihan 5. Notasi 60. Latihan 5 Latihan 6. Notasi 61. Latihan 6 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 309 Latihan 7. Notasi 62. Latihan 7 Latihan 8. Notasi 63. Latihan 8 Latihan 9. Notasi 64. Latihan 9 Latihan 10. Notasi 65. Latihan 10 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 310 Latihan 11. Notasi 66. Latihan 11 Latihan 12. Notasi 67. Latihan 12 Latihan 13. Notasi 68. Latihan 13 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 311 Latihan 14. Notasi 69. Latihan 14 Latihan 15. Notasi 70. Latihan 15 Latihan 16 Notasi 71. Latihan 16 Riffs Riff adalah pola dari nada-nada yang diulang-ulang dalam suatu progresi akor atau lagu. Pemain bass gitar sering menggunakan teknik permainan riffs pada suatu progresi akor. Contoh riff adalah seperti berikut ini Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 312 Notasi 72. contoh riff Agar mudah memainkannya, pada waktu memainkan nada Fis, jari 1 tetap menempel pada nada E untuk persiapan nada E berikutnya. Latihan 17 Notasi 72. Latihan 17 Tanda adalah simbul yang menunjukkan bahwa birama tersebut mengulang sama persis dengan birama sebelumnya. Latihan di atas sebenarnya merupakan latihan progresi akor yang sangat populer pada lagu-lagu rock and roll tahun 60-an. Progresi tersebut dikenal dengan nama Progresi 12 bar blues. Bila ditulis hanya progresi akornya saja adalah Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 313 A D A E D A E Pola atau patern riffs ada beberapa macam. Berikut ini contoh patern lain yang dapat dipergunakan untuk latihan Patern 1 Akor A Notasi 71. Patern akor A perhatikan kode fretnya, nada A pada senar no 4 E terletak pada fret ke 5. Coba perhatikan nada-nada yang lain. Patern 1 Akor D Notasi 72. Patern akor D Patern 1 Akor E Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 314 Notasi 72. patern 1 akor E Apabila kita menerapkan pola patern ini dalam progresi 12 bar blues seperti di atas maka notasinya akan menjadi seperti berikut Latihan 18 Notasi 73. Latihan 18 Macam-macam riffs yang dapat diterapkan untuk latihan Patern 2 A Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 315 Notasi 73 Latihan 19 Notasi 74. Latihan 19 Patern 3. A Notasi 75. contoh patern 3 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 316 Latihan 20 Notasi 76. Latihan 20 Patern 4. A Notasi 77. contoh patern 4 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 317 Latihan 21 Notasi 77. Latihan 21 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 318 8. Latihan Buah Musik Notasi 77. Latihan lagu Annie Laurie Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 319 Notasi 78. Latihan lagu One Day Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 320 Notasi 78. Latihan lagu Autumn Leaves Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 321 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 322 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 323 Notasi 79. Latihan lagu I Started a joke Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 324 Notasi 80. Latihan lagu More Than I Can Say Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 325 Daftar Gambar Gambar 1 Bass gitar Gambar 2 Bass gitar dan bagian-bagiannya Gambar 3 Kode jari tangan kanan Gambar 4 Kode jari tangan kiri Gambar 5 posisi tangan kiri tampak dari depan Gambar 6. posisi tangan kiri tampak dari belakang Gambar 7. posisi tangan kanan cara memetik dengan jari telunjuk dan jari tengah Gambar 9. cara memetik dengan plektrum Daftar Notasi Notasi 1 tuning bass gitar posisi open string Notasi 2 tuning bass gitar dilengkapi dengan tablature Notasi 3 nada A pada posisi open string Notasi 4 nada D pada posisi open string Notasi 5 nada G pada posisi open string Notasi 6 nada E pada posisi open string Notasi 7 tangga nada C Mayor 1 oktaf Notasi 8 tangga nada C mayor seluruh senar mulai nada E – C2 Notasi 9 latihan tangga nada A minor 1 oktaf Notasi 10 latihan tangga nada A minor harmonis 1 oktaf Notasi 11 latihan tangga nada A minor melodis 1 oktaf Notasi 12 latihan tangga nada G Mayor 1 oktaf dalam finger board Notasi 13 latihan tangga nada C mayor seluruh senar mulai nada E – C2 Notasi 14 latihan tangga nada E minor 1 oktaf Notasi 15 latihan tangga nada E minor harmonis 1 oktaf Notasi 16 latihan tangga nada E minor melodis 1 oktaf Notasi 17 tangga nada D Mayor 1 oktaf dalam finger board Notasi 18 tangga nada D mayor seluruh senar mulai nada E – D3 Notasi 19 latihan tangga nada B minor diatonis 1 oktaf Notasi 20 latihan tangga nada B minor harmonis 1 oktaf Notasi 21 latihan tangga nada B minor melodis 1 oktaf Notasi 22 latihan tangga nada A mayor 1 oktaf Notasi 23 tangga nada A mayor seluruh senar mulai nada E – Cis 2 Notasi 24 latihan tangga nada Fis minor diatonis 1 oktaf Notasi 25 latihan tangga nada Fis minor harmonis 1 oktaf Notasi 26 latihan tangga nada Fis minor melodis 1 oktaf Notasi 27 latihan tangga nada E mayor 1 oktaf Notasi 28 latihan tangga nada E mayor seluruh senar mulai nada E – Cis 2 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 326 Notasi 29 latihan tangga nada Cis minor diatonis 1 oktaf Notasi 30 latihan tangga nada Cis minor harmonis 1 oktaf Notasi 31 latihan tangga nada Cis minor melodis 1 oktaf Notasi 32 latihan tangga nada B Mayor 1 oktaf Notasi 33 latihan tangga nada B mayor seluruh senar mulai nada E – Cis 2 Notasi 34 latihan tangga nada Gis minor diatonis 1 oktaf Notasi 35 latihan tangga nada Gis minor harmonis1 oktaf Notasi 36 latihan tangga nada Gis minor melodis 1 oktaf Notasi 37 latihan tangga nada F mayor 1 oktaf Notasi 38 latihan tangga nada F mayor seluruh senar mulai nada E – C 2 Notasi 39 latihan tangga nada D minor diatonis 1 oktaf Notasi 40 latihan tangga nada D minor harmonis 1 oktaf Notasi 41 latihan tangga nada D minor melodis 1 oktaf Notasi 42 latihan tangga nada Bes mayor 1 oktaf Notasi 43 latihan tangga nada Bes mayor seluruh senar mulai nada F – Bes 1 Notasi 44 latihan tangga nada G minor diatonis 1 oktaf Notasi 45 latihan tangga nada G minor harmonis 1 oktaf Notasi 46 latihan tangga nada G minor melodis 1 oktaf Notasi 47 latihan tangga nada Es mayor 1 oktaf Notasi 48 latihan tangga nada Es mayor seluruh senar mulai nada F – Bes 1 Notasi 49 latihan tangga nada C minor diatonis 1 oktaf Notasi 50 latihan tangga nada C minor harmonis 1 oktaf Notasi 51 latihan tangga nada C minor melodis 1 oktaf Notasi 52 latihan tangga nada As mayor 1 oktaf Notasi 53 latihan tangga nada As mayor seluruh senar mulai nada F – Bes 1 Notasi 54 latihan tangga nada F minor diatonis 1 oktaf Notasi 55 latihan tangga nada F minor harmonis 1 oktaf Notasi 56 latihan tangga nada F minor melodis 1 oktaf Notasi 57 latihan tangga nada Des mayor 1 oktaf Notasi 58 latihan tangga nada Des mayor seluruh senar mulai nada F – Es 2 Notasi 59 latihan tangga nada Bes minor diatonis 1 oktaf Notasi 60 latihan tangga nada Bes minor harmonis 1 oktaf Notasi 61 latihan tangga nada Bes minor melodis 1 oktaf Notasi 62-77 latihan - latihan Notasi 78 contoh riff Notasi 79 latihan 17 Notasi 80 patern akor A Notasi 81 patern akor D Notasi 82 patern akor E Notasi 83 latihan 18 Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 327 Notasi 84 patern akor A Notasi 85 latihan 19 Notasi 86 contoh patern Notasi 87 Latihan 20 Notasi 88 contoh patern Notasi 89 ; latihan 21 Notasi 90 latihan lagu Annie Laurie Notasi 91 latihan lagu One Day Notasi 92 latihan lagu Autumn Leaves Notasi 93 latihan lagu I Started a joke Di unduh dari Seni Musik Non Klasik 328 Di unduh dari Seni usik Non Klasik GLOSARIUM Abreviasi penyederhanaan penulisan notasi Accelerando dipercepat Adagio tempo lambat MM 52-54 Aksen tekanan Aksidental tanda-tanda dalam musik Akustik pengetahuan tentang suara secara fisika Allegreto tempo cepat antara 104 – 112. Allegro tempo cepat 126 – 138 Alto jenis suara wanita rendah Ambitus jangkauan nada Amplifier perangkat elektronik penguat suara Andante tempo lambat MM 72-76 Animato ringan gembira, MM 120-126 Ansambel permainan musik secara bersama Apresiasi menghargai karya orang lain Arpeggio akor dibunyikan satu per satu Arransemen gubahan Artikulasi pengucapan kata-kata dengan jelas Ascending gerakan naik Bariton jenis instrumen pria sedang Barrecord teknik menekan senar dengan cara melakukan blok dalam satu fret Bass jenis suara pria rendah Bell ujung pada alat musik tiup Bridge jembatan, tempat senar Bronchial tubes pengatur nafas Con Expressione dengan penuh ekspresi Con Moto dengan kecepatan penuh Crescendo bertambah kuat Damping memotong bunyi gitar Decresendo makin berkurang kekuatannya Dental arches rongga mulut Diminuendo berkurang makin lemah Diphtong pengucapan kata-kata dengan huruf rangkap Distortion effect gitar dengan karakter soundnya pecah Drag dua pukulan lemah yang mendahului pukulan aslinya Estinto hampir tidak berbunyi Etude komposisi musik untuk melatih ketrampilan. Falsettofalset suara palsu Fermata ditahan, diperpanjang Fingerboard papan tempat jari-jari pemain diletakkan Fingering sistim penjarian Fixed doh system do tetap Di unduh dari Flame pukulan lemah yang mendahului pukulan aslinya Forte Keras, lebih keras dari mezzo forte Fortessimo sangat keras, lebih keras dari forte Fret garis papan nada pada alat musik petik Grave sangat lambat MM 40-44 Half bar setengah birama Improvisasi pengembangan melodi Instrumen alat musik Interval jarak antara dua nada Intonasi pengucapan kata Kadens akhir frase atau kalimat musik Kopsteinkopstem teknik memproduksi sejenis suara asli Largo lebar luas, khikmat, agung, MM 46-50 Larynx pita suara Lento lambat, MM 56-58 Ligatura lengkung pengikat Locrian tangga nada yang dimulai dari nada ke tujuh Lungs paru-paru Medium sedang Melankolis suara musik sendu, sedih, sayu Melismatis satu huruf dipakai untuk serangkaian nada. Mesosopran suara sedang wanita Mezzo Forte lebih keras Mezzo Piano agak lembut, sedikit lebih keras dari Piano Minuet lagu tarian Moderato tempo sedang. MM 88 -96 Morendo kian habis menghilang Motif bagian terkecil lagu Movable doh sistem do berpindah Nasal cavities rongga hidung Neck leher yaitu bagian gitar tempat senar-senar dibentangkan. Nut penahan dawai pemisah senar Oralcavity rongga tenggorokan Palatine langit-langit Palm mute teknik damping dengan tangan kanan Partian sebagian, tidakmlengkap Phrasering kalimat dalam musik Pianissimo sedikit lebih keras Piano lembut Picking teknik memainkan plektum. Pickup alat yang mengubah getaran senar menjadi sinyal listrik Pickup selector tombol untuk memilih satu atau dua pickup Plectrum alat pemetik dawai Di unduh dari Seni usik Non Klasik Poppopuler terkenal di masyarakat Portable mudah dibawa Position marker penada posisi yang terpasang di bagian tertentu pada leher. Power cord akor dengan nada ke 1 dan 5 Powering tenaga untuk mengeluarkan suara Prassing latihan tekanan Precipitando tergesa-gesa, dipercepat Presto tempo cepat MM 184-200 Rallentando menjadi makin lambat Register wilayah nada Resonansi sumber suara Resquendo cara mengocok gitar Ritardando makin lambat Ritenuto tertahan-tahan Ritme langkah teratur, ketukan teratur Rudyment pukulan dasar Ruff tiga pukulan lemah Seventhchord akor tujuh Shell body tom-tom Slash cord akor pembalikan Sliding membunyikan nada dengan menngeser jari Solid badan gitar yang terbuat dari kayu padat Sopran jenis suara wanita tinggi. Sound hole lubang suara, bagian yang memperkuat getaran suara. Soundboard permukaan atas instrument Srtap sistem penambat tali Striciando diseret-seret String dawai, senar Stringendo kian menjadi cepat Stroke pukulan Strokes pukulan ganda Strumming teknik memetik gitar Style bentuk ntuk irama musik Synthesizer perangkat elektronik peniru bunyi Tablature penulisan musik dan menggambarkan posisi jari Tenor jenis suara pria tinggi. Tipping teknik memainkan melodi gitar Tone control tombol pengatur frekuensi nada gitar Tonsils kelenjar leher Trachea pipa suara Tranquillo tenang Vibrato gelombang vokal lembut yang mendalam Vivace hidup, gembira MM 160-176 Volume control tombol pengatur kekerasan suara Di unduh dari Di unduh dari Buku Seni Musik Non Klasik DAFTAR PUSTAKA Allen, The Music Makers, London Harrow House, 1979 Asriadi, Derry. Kiat Termudah Belajar Bermain Gitar. Jakarta Kawan Pustaka, 2004. Baines, Anthony. Woodwind Intrument and Their History. London Faber and Faber Limited., 1977. Banoe, Pono. Kamus Musik. Yogyakarta Kanisius, 2003. Barnet, Joe. Guitar Effects. Jakarta PT Gramedia Pustaka. Beekum, Jan van. Saxologie Speelstudieboek Voor de Beginnende Saxofonist. Deel 1 2. Hilversum Harmonia-Uitgave, 1974. Bundy, George M. The Selmer Elementary Saxophone Instructor. Amersham, Budks Halstan Co., 1966. Crook, Hal. How to Improvise. Boston Advance Music,1991. Coker, Jerry. Improvising Jazz. A Fireside Book. New York Simon and Schuster, Inc.,1987. Concone, G. 50 Lesson de Chant. Opus 9, New York Peters. Cracknell, Debbie. Enjoy Playing Guitar Solos, London Oxford University Press, 1998. Dean, Folk. Melodische–Etudes. Muziekuitgeverij. DeBellis, Mark. “Music” in Berys Gaut and Dominic Mclver Lopers ed., The Routledge Companion to Aesthetics, London Routledge, 2001. Diagram Group. Musical Instruments of The World, An Encyclopedia by Bantam Book. New York Paddington Press, 1978. Djelantik, Estetika Sebuah Pengantar, Bandung MSPI dan Arti, 2004. Dorsey, Jimmy. Saxophone Method. New York Robin Music Corp., 1968. Eisenhauer, William, Charles F. Gouse. Learn to Play The Saxophone Book 1 2. New York Alfred Music,1977. Geusau, Alting van. Menyanyi Dengan Baik. Jakarta PT Aksara, 1986. Harpster, Richard W. Technique in Singing. London Collier Macmillan Publisher, 1970. Heckman, Tubagus. Keyboard untuk Pemula. Jakarta Gramedia. 2006. Hendro SD, Teori Termudah Memainkan Melodi Gitar Lagu-lagu Blues Rock, Jakarta Titik Terang, 2002. _________, Teori Termudah Memainkan Melodi Gitar Lagu-lagu Rock n Roll. Jakarta Titik Terang, 2002. Hughes, Fred. The Jazz Pianist Left-Hand Voicings and Chord Theory. Warner Brod Publications, 2002. Hurd, Michael., The Oxford Junior Companion to Music, Second Edition. London Oxford University Press, 1979. Di unduh dari Buku Seni Musik Non Klasik Thahir, Iqbal. Metode Dasar Gitar Klasik. Jakarta PT Gramedia Pustaka, 1985. Jones, George Thaddeus. Music Theory. New York Harper Row Publisher, 1974. Kindersley, Dorling. Microsoft Musical Instrument. London Multimedia Ltd., 1992. Kodijat, Latifah. Tangganada dan Trinada. Jakarta Djambatan,1982. Machlis, Joseph. The Enjoyment of Music. New York Norton Company., Inc 1963. Mack, Dieter. Apresiasi Musik Populer, Yogyakarta Yayasan Pustaka Nusatama,1995. Mansour, Sally, “Music in Open Education”, dalam Music Education Journal, vol 60 no 8, 1974. Miller, Hugh M. Introduction to Music. New York Barnes and Noble. Inc., 1969. Nurdin, Anwar, Pendidikan Seni Musik SMA Jildi I, Jakarta Melati, 1994. Ottman, Robert W. Advanced Harmony. New Jersey Englewood Cliffs Prentice-Hall, Panofka, E. Vocalises, Paris Editions Jobert. Randegger, Alberto. Methode of Singing, New York G. Schirmer Inc. Paap, Wouter. Bagaimana Mengerti dan Menikmati Musik , terj. Dungga. Jakarta PT Aksara, 1986. Peterson, Oscar. Jazz for the Young Pianist. New York Hansen House. Poetra, Adjie Esa. 1001 Jurus Menyanyi, Bandung Mizan, 2006. Prier, Sj., Karl Edmund. Sejarah Musik jilid 1,2,3,4, Yogyakarta Pusat Musik Liturgi, 1992. Sadie, Stanley ed. Grove Dictionary of Music and Musicians, Volume 1- 20. London Macmillan Publishers, 1980. -. Grove Dictionary of Musical Instruments, Volume 1- 3. London Macmillan Publishers, 1980. Soewito, M. Teknik Termudah Belajar Olah Vokal. Jakarta CV Titik Terang,1996. Sumardjo, Jakob. Filsafat Seni, Bandung Penerbit ITB, 2000. Sieber, Ferdinand. Vokalisen. Leipzig Peters. Syafig, Muhammad. Ensiklopedia Musik Klasik, Yogyakarta Adicita Karya Nusa, 2003 Tambayong, Japi. Ensiklopedi Musik. Jakarta PT Cipta Adi Pustaka. 1992. Trubitt, Rudy David. Managing MIDI, Alfred Publishing Co.,1992. Thompson, John. Modern Course for the Piano. The Willis Music. Taylor, Eric. Music Theory Grade 1-5, The Associated Board of The Royal Schools of Music,1999. Turner, Gary and Brenton White. Progressive Lead Guitar, Koala Publication,1993. Di unduh dari Buku Seni Musik Non Klasik Yamaha Music Foundation. Saxophone Mate Course. Tokyo Yamaha Foundation for Music Education, 1973. Yamaha Music Foundation, Populer Guitar Course, Tokyo Yamaha Foundation for Music Education, 1984. Di unduh dari Di unduh dari Di unduh dari Tangga nada diatonis biasa dikenal dengan do re mi fa sol la si do. Skala diatonik disusun oleh delapan not dalam satu inteval tertentu. 1. Diatonis Mayor Tangga nada mayor dalam teori musik adalah tangga nada yang tersusun dari 8 not dalam 1 interval tertentu. Jarak antara not-not yang berurutan dalam tangga nada mayor intervalnya adalah 1 – 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1/2 Dalam tangga nada ,terdapat notasi ’ baca kres dan b’ baca mol . Tangga Nada Kres ’’ dalam Diatonis Mayor fungsi tanda kres adalah untuk menaikkan nada sebanyak setengah. 0 atau biasa disebut ’ C = do’ mayor mode, memiliki tangga nada C – D – E – F – G – A – B – C. Kemudian , terdapat juga 1 atau biasa disebut G = do. Kok bisa tau G=do? Untuk mencari tangga nada 1, ambil nada ke-5 dari 0, posisikan sebagai nada pertama dari sini didapat G=do, kemudian pada nada ke-7 naikkan setengah nada biasanya dengan menambahkan imbuhan “is” atau tanda ’ dibelakangnya. Maka tangga nada 1 adalah G – A – B – C – D – E – Fis – G Untuk mencari tangga nada 2, ambil nada ke-5 dari 1 dan posisikan pada nada pertama didapat D=do, lalu nada ke-7 naikkan setengah nada. Maka tangga nada 2 adalah D=do ; D – E – Fis – G – A – B – Cis – D Proses ini bisa dibilang berlangsung rekursif , dalam artian 3 harus mengambil dari 2 , 4 harus mengambil dari 3, dan seterusnya. Maka tangga Nada Kres dalam diatonis mayor 0 ; C=do C-D-E-F-G-A-B-C 1 ; G=do G-A-B-C-D-E-Fis-G 2 ; D=do D-E-Fis-G-A-B-Cis-D 3 ; A=do A-B-Cis-D-E-Fis-Gis-A 4 ; E=do E-Fis-Gis-A-B-Cis-Dis-E 5 ; B=do B-Cis-Dis-E-Fis-Gis-Ais-B 6 ; Fis=do Fis-Gis-Ais-B-Cis-Dis-Eis-Fis 7 ; Cis=do Cis-Dis-Eis-Fis-Gis-Ais-Bis-Cis Tangga Nada Mol ’b’ dalam Diatonis Mayor Tanda Mol berfungsi untuk menurunkan sebanyak setengah nada. Dalam pencarian tangga nada mol , metode yang digunakan berbeda dengan mencari tangga nada kres. Dalam tangga nada mol 0b ; C=do C – D – E – F -G – A – B – C Untuk mencari 1b, ambil nada ke-4 dari 0b, kemudian nada ke-4 pada 1b diturunkan setengah. Maka tangga nadanya 1b ; F=do F – G – A – Bes – C – D – E – F Untuk 2b,3b dan seterusnya dapat dicari dengan cara yang sama seperti cara diatas. 0b ; C=do C-D-E-F-G-A-B-C 1b ; F=do F-G-A-Bes-C-D-E-F 2b ; Bes=do Bes-C-D-Es-F-G-A-Bes 3b ; Es=do Es-F-G-Aes-Bes-C-D-Es 4b ; Aes=do Aes-Bes-C-Des-Es-F-G-Aes 5b ; Des=do Des-Es-F-Ges-Aes-Bes-C-Des 6b ; Ges=do Ges-Aes-Bes-Ces-Des-Es-F-Ges 7b ; Ces=do Ces-Des-Es-Fes-Ges-Aes-Bes-Ces 2. Diatonis minor Yang membedakan nada Diatonis minor dan nada Diatonis Mayor adalah jarak not yang berurutan dalam satu tangga nada interval. Interval pada tangga nada minor berjarak 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 Contoh, pada A=La minor mode, menekankan pada nada minor ; A-B-C-D-E-F-G-A. Jarak interval pada tangga nada tersebut sesuai dengan jarak interval diatas. Jika kita tinjau pada gambar, terdapat kesamaan antara tangga nada mayor dan minor. Huruf besar berwarna merah menyatakan Mayor, sedangkan huruf kecil berwarna biru menyatakan minor. Nada tangga nada C mayor dianggap sama dengan A minor. Jika kita liat, pembentuk nada dasar C mayor memang sama dengan pembentuk nada A minor. Pada tangga nada minor biasanya ditulis dengan A=La karena memiliki interval yang berbeda dengan tangga nada mayor dan interval pada tangga nada minor mengharuskan agar dimulai dari nada La sehingga syarat interval minor dapat terpenuhi. Oleh karena itu, jika ingin mencari nada minor, cukup mulai dengan nada La pada tangga nada mayor. Contoh 4 pada Mayor ; E=do E-Fis-Gis-A-B-Cis-Dis-E Maka 4 pada minor ; Cis=do Cis-Dis-E-Fis-Gis-A-B-Cis Terlihat pada gambar, E dan Cis terdapat dalam 1 area. Silahkan dicoba pada alat musik, implementasinya akan lebih nyata. Apa Itu Tangga Nada Diatonis Mayor – Di dalam setiap instrumen musik, tentu akan mempunyai nada dasar yang membuatnya terdengar semakin harmonis. Tangga nada sendiri merupakan salah satu unsur yang cukup penting di dalam sebuah musik yang berguna untuk menghasilkan alunan nada-nada indah dan enak untuk didengarkan. Secara arti, tangga nada adalah hasil dari perpaduan nada-nada yang memiliki interval tertentu. Salah satu tangga nada yang paling sering digunakan di dalam sebuah lagu adalah tangga nada diatonis mayor. Sebagai pecinta musik, pastinya kamu harus memahami apa itu tangga nada diatonis mayor beserta ciri-ciri, dan juga contoh lagu yang menggunakan tangga nada tersebut. Pada artikel kali ini, kita akan membahasnya secara lebih lengkap. Apa Itu Tangga Nada Diatonis Mayor?Perbedaan Tangga Nada Diatonis Mayor dan MinorCiri-ciri Tangga Nada Diatonis Mayor1. Bersifat Ceria dan Menyenangkan2. Memberikan Kesan yang Berharga3. Awalan dan Akhiran Tangga Nada Diatonis Mayor4. Pola Interval pada Tangga Nada Diatonis MayorCiri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor1. Bersifat Melankolis dan Lembut2. Awalan dan Akhiran Nada Tangga Nada Diatonis Minor3. Pola Interval pada Tangga Nada Diatonis MinorContoh Lagu yang Menggunakan Tangga Nada Diatonis MayorContoh Lagu yang Menggunakan Tangga Nada MinorMengapa Tangga Nada Termasuk ke dalam Ilmu Dasar dalam Dunia Musik?1. Memudahkan Dalam Bermain Alat Musik2. Meningkatkan Konsentrasi3. Menambah Ilmu Mengenai Dunia Musik4. Bisa Menciptakan Berbagai Macam LaguRekomendasi Buku & Artikel TerkaitBuku TerkaitMateri Terkait Fisika Menurut buku yang berjudul Nada dan Irama karya M. Noor Said 2020, pengertian dari tangga nada diatonis mayor adalah tangga nada yang disusun dengan jarak nada ataupun interval berupa 1-1-½-2-2-2-2/2. Di dalam sebuah musik, jarak nada atau interval adalah jarak antara nada yang satu dengan nada yang lainnya. Untuk contoh dari tangga nada mayor yaitu C mayor yang terdiri dari do, re, mi, fa, sol, la, si, dan do. Perbedaan Tangga Nada Diatonis Mayor dan Minor Untuk dapat membedakan antara kedua jenis tangga nada diatonis, kamu harus memahami dulu pengertian dari masing-masing istilah tersebut. Jika dijelaskan dengan menggunakan genre lagu, maka biasanya tangga nada diatonis mayor akan digunakan untuk lagu-lagu yang sifatnya ceria dan menyenangkan. Hal tersebut pastinya berbeda dengan tangga nada diatonis minor yang biasanya lebih memberikan kesan yang melankolis terhadap lagu ataupun musik yang menggunakan jenis tangga nada tersebut. Tak hanya itu saja, jarak antar not kedua jenis tangga nada ini juga berbeda. Dimana tangga nada diatonis mayor mempunyai interval jarak antar not yaitu 1-1-½-1-1-1-½, sementara untuk tangga nada diatonis minor mempunyai interval jarak antar not yaitu 1-½-1-1-½-1-1. Sebenarnya, perbedaan tersebut dapat kita lihat dari kesan dan intervalnya langsung. Jadi, kamu tidak akan merasa bingung dan kesulitan dalam membedakan manakah lagu ataupun musik yang menggunakan jenis tangga nada mayor dan mana lagu atau musik yang menggunakan jenis tangga nada minor. Disini, kamu hanya perlu mengetahui dan memperhatikan kesan dan intervalnya saja untuk bisa mengenalinya. Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Mayor Sebenarnya, dari penjelasan mengenai pengertian tangga nada diatonis mayor yang ada di atas, kamu tentu sudah mengetahui beberapa ciri-ciri yang ada di dalam tangga nada ini, yakni sifat yang dimilikinya dan juga interval yang diterapkannya. Akan tetapi, hanya dengan mengetahui ciri-ciri yang ada di atas, kamu tentu akan merasa kurang untuk memahami jenis tangga nada yang satu ini dengan jelas. Oleh karena itu, yuk simak dengan baik beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh tangga nada diatonis mayor di bawah ini. 1. Bersifat Ceria dan Menyenangkan Setiap jenis tangga nada yang ada di dalam dunia musik tentu akan mempunyai kesan ataupun sifat yang saling berbeda satu sama lain. Sedangkan untuk tangga nada mayor sendiri akan lebih menunjukkan sifat yang ceria dan menyenangkan. Sehingga saat kamu mendengarkan sebuah lagu ataupun musik yang menggunakan tangga nada ini, maka kemungkinan besar lagu tersebut akan mempunyai kesan yang ceria dan juga menyenangkan. Dengan kesannya yang menyenangkan tersebut, lagu itu akan membuatmu merasa lebih bersemangat setelah mendengarkan lagu-lagu yang menggunakan tangga nada diatonis mayor. 2. Memberikan Kesan yang Berharga Selain bisa memberikan kesan yang ceria dan juga menyenangkan, lagu ataupun musik yang menggunakan jenis tangga nada diatonis mayor biasanya juga bisa memberikan kesan yang berharga. Oleh karena itu, tangga nada diatonis mayor adalah tangga yang kerap digunakan pada lagu yang bertema perjuangan. Terdapat beberapa lagu perjuangan ataupun lagu nasional yang menggunakan jenis tangga nada diatonis mayor, sebab tangga ada ini bersifat penuh dengan semangat. Pastinya hal tersebut akan sangat cocok dengan kriteria lagu perjuangan yang memang memerlukan kesan seperti itu. 3. Awalan dan Akhiran Tangga Nada Diatonis Mayor Pada dasarnya, tangga nada diatonis mayor ini akan diawali dengan nada dasar “do” pada not pertamanya. Kemudian, tangga nada jenis ini akan diakhiri dengan nada dasar do yang mempunyai oktaf lebih tinggi daripada nada dasar do yang sebelumnya. Sehingga, walaupun awalan dan akhiran nada dasar dari jenis tangga nada diatonis mayor ini mempunyai nama yang sama, namun untuk oktafnya sendiri akan berbeda satu sama lain. Hal tersebut semakin menunjukkan bahwa jenis tangga nada ini akan berbeda dengan jenis tangga nada lainnya. Untuk lebih lengkapnya, urutan dari nada pada jenis tangga nada diatonis mayor ini yaitu do, re, mi, fa, sol, la, si, dan do. Urutan nada tersebut termasuk yang paling umum. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa jenis tangga nada yang satu ini termasuk ke dalam jenis tangga nada yang paling sering digunakan di suatu lagu ataupun musik tertentu. 4. Pola Interval pada Tangga Nada Diatonis Mayor Pola interval yang ada pada tangga nada diatonis mayor yaitu 1-1-½-1-1-1-½. Dimana pola interval ini juga akan menjadi pembeda antara jenis tangga nada diatonis mayor dengan jenis tangga nada lainnya. Setiap jenis tangga nada yang ada di dalam dunia musik tentu akan mempunyai pola intervalnya masing-masing. Yang mana nantinya akan menjadi ciri khas tersendiri untuk jenis tangga nada tersebut. Oleh karena itu, untuk memahami ciri-ciri dari tangga nada diatonis mayor, maka kamu harus mengetahui dulu pola interval seperti apa yang digunakan. Ciri-ciri Tangga Nada Diatonis Minor Hampir sama dengan tangga nada diatonis mayor yang mempunyai karakteristik tersendiri. Tangga nada diatonis minor juga demikian. Jenis tangga nada yang satu ini mempunyai ciri khasnya sendiri, yang mana wajib untuk kamu pahami dengan jelas. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh tangga nada diatonis minor, antara lain 1. Bersifat Melankolis dan Lembut Lagu-lagu yang menggunakan jenis tangga ini akan menghasilkan kesan yang lembut dan melankolis. Umumnya, lagu-lagu yang memiliki genre ballad akan menggunakan jenis tangga nada diatonis minor, sehingga lagu tersebut bisa memberikan kesan yang melankolis. Lagu ataupun musik yang mempunyai kesan melankolis dan lembut memang cukup disukai banyak anak-anak muda hingga orang dewasa. Saat kamu sedang mendengarkan lagu ataupun musik yang mempunyai kesan melankolis, maka kemungkinan besar lagu tersebut menggunakan jenis tangga nada diatonis minor. 2. Awalan dan Akhiran Nada Tangga Nada Diatonis Minor Ciri-ciri berikutnya ini juga menjadi salah satu pembeda antara tangga nada diatonis mayor dan minor. Apabila urutan yang ada pada tangga nada diatonis mayor adalah do, re, mi, fa, sol, la, si, do, maka urutan untuk tangga nada diatonis minor adalah la, si, do, re, mi, fa, sol, la, yang dalam hal tersebut akan sama dengan A minor. Saat urutan nada tersebut dipahami secara lebih dalam, maka kamu pasti semakin mengetahui alasan kenapa jenis tangga nada yang satu ini akan menghasilkan sebuah lagu atau musik yang memiliki sifat lembut dan melankolis. 3. Pola Interval pada Tangga Nada Diatonis Minor Tak hanya sifat dan kesannya saja yang berbeda dengan tangga nada diatonis mayor, pola interval yang ada pada tangga nada diatonis minor juga berbeda dengan tangga nada jenis lainnya. Untuk pola interval yang ada pada tangga nada diatonis minor yaitu 1-½-1-1-½-1-1. Dengan adanya perbedaan antara pola interval yang ada di dalamnya, maka tak heran bila nuansa yang dihasilkan dari kedua jenis tangga nada tersebut berbeda. Jadi, dapat dikatakan bahwa ciri-ciri dari kedua jenis tangga diatonis tersebut termasuk ilmu dasar yang ada di dalam dunia musik. Untuk lebih memperjelas informasi mengenai kedua jenis tangga nada diatonis, maka kamu perlu mengetahui beberapa contoh lagu yang menggunakan tangga nada diatonis. Dengan memperhatikan nada yang ada pada contoh, maka kamu akan semakin memahami definisi dari jenis tangga nada yang satu ini. Oleh karena itu, yuk simak dengan baik beberapa contoh lagu yang ada di bawah ini. Contoh Lagu yang Menggunakan Tangga Nada Diatonis Mayor Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, untuk lagu-lagu yang menggunakan jenis tangga nada diatonis mayor akan menghasilkan kesan yang ceria dan menyenangkan serta lebih bersemangat. Dengan karakternya yang seperti itu, maka hal tersebut membuat banyak lagu perjuangan ataupun lagu nasional yang menggunakan jenis tangga nada ini. Berikut ini adalah beberapa contoh lagu anak-anak dan juga lagu nasional yang menggunakan tangga nada diatonis mayor, antara lain – Naik delman – Balonku – Dari Sabang Sampai Merauke – Lihat Kebunku – Halo-Halo Bandung – Garuda Pancasila – Manuk Dadali – Ampar-Ampar Pisang – Bangun Pemudi Pemuda – Maju Tak Gentar Contoh Lagu yang Menggunakan Tangga Nada Minor Berbeda dengan lagu ataupun musik yang menggunakan tangga nada diatonis mayor, untuk lagu ataupun musik yang menggunakan tangga nada diatonis minor akan menghasilkan kesan yang lebih sedih, lembut, dan melankolis. Hal itu adalah perbedaan yang sangat mendasar antara lagu atau musik yang menggunakan tangga nada diatonis mayor, dengan lagu yang menggunakan jenis tangga nada diatonis minor. Di bawah ini adalah beberapa contoh lagu yang menggunakan jenis tangga nada diatonis minor, antara lain – Mengheningkan Cipta – Syukur – Indonesia Pusaka – Ambilkan Bulan – Bintang Kejora Dengan memahami beberapa contoh lagu di kedua jenis tangga nada diatonis ini, kamu dapat menilai sendiri perbedaan antara jenis lagu tersebut. Mengapa Tangga Nada Termasuk ke dalam Ilmu Dasar dalam Dunia Musik? Tangga nada seringkali disebut sebagai salah satu ilmu dasar dalam dunia musik yang wajib untuk dipelajari dan dipahami apabila ingin bergelut di dunia musik. Pernyataan tersebut muncul bukan tanpa alasan, karena memang tangga nada sangat penting di dalam dunia seni musik, sehingga tidak boleh untuk dilewatkan. Tak hanya itu saja, mempelajari dan juga memahami tangga nada juga bisa membantumu untuk melakukan berbagai hal yang ada di dalam dunia musik. Sehingga hal tersebut juga akan menguntungkan bagimu. Berikut ini adalah manfaat yang akan kamu dapatkan saat mempelajari tangga nada dengan baik. 1. Memudahkan Dalam Bermain Alat Musik Saat bermain alat musik, pastinya kita diwajibkan untuk bisa membaca not-not nada yang biasanya ada di dalam buku lagu. Not-not nada tersebut sangat berhubungan dengan tangga nada yang sudah dibahas sebelumnya. Jadi, dengan cara mempelajari dan memahami tangga nada dengan baik, maka kamu akan menjadi lebih mudah untuk memainkan alat musik yang kamu suka. Dengan demikian, kamu juga bisa menciptakan harmoni yang indah di dalam satu musik yang sama. 2. Meningkatkan Konsentrasi Untuk manfaat berikutnya ini sebenarnya termasuk ke dalam manfaat belajar seni musik. Tapi karena pada dasarnya tangga nada termasuk ke dalam bagian seni musik, maka manfaat yang satu ini juga dapat disebut sebagai manfaat mempelajari tangga nada yang ada di dalam musik. Saat ingin bermain alat musik, pastinya kita harus memahami not-not nada. Dimana biasanya hal ini akan terjadi untuk para pemula yang ingin belajar alat musik tertentu. Dengan belajar mengenai tangga nada ini, kamu akan menjadi lebih bisa berkonsentrasi untuk memainkan alat musik kesukaanmu. 3. Menambah Ilmu Mengenai Dunia Musik Musik juga termasuk ke dalam salah satu hal yang menarik untuk dipelajari. Selain itu, musik juga dapat meliputi sebuah lagu, alat musik, dan berbagai seni musik lain yang seringkali masih belum dipahami banyak orang. Saat kamu ingin masuk ke dalam dunia musik, terlebih untuk alat musik seperti biola, piano, dan juga gitar, maka kamu wajib mengetahui ilmu mengenai tangga nada yang ada di dalamnya.’ Sebab, masing-masing nada bisa memberikan kesan yang berbeda satu sama lainnya. Sehingga hal tersebut akan menjadi salah satu ilmu dasar yang wajib dipahami. Misalnya saja antara nada diatonis mayor dan diatonis minor ini. Apabila lagu ataupun musik yang menggunakan tangga nada diatonis mayor akan memberikan kesan yang ceria, maka berbeda lagi dengan lagu yang menggunakan tangga lagu diatonis minor yang lebih memberikan kesan yang melankolis. 4. Bisa Menciptakan Berbagai Macam Lagu Tak sedikit orang yang menilai bahwa seseorang yang bisa menciptakan sebuah lagu dengan berbagai macam genre termasuk orang yang jenius. Oleh karena itu, apabila kamu ingin memperoleh gelar tersebut, maka kamu bisa mengawalinya dengan memahami berbagai tangga nada terlebih dulu. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa setiap tangga nada akan memberikan kesan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dapat kita simpulkan bahwa saat kamu bisa mengenali tangga nada yang ada di dalam dunia musik, maka hal tersebut akan menjadikanmu mempunyai kemampuan yang hebat dalam menciptakan berbagai jenis lagu dengan genre yang berbeda. Untuk seseorang yang sudah lama bergelut di dunia musik, informasi mengenai ciri-ciri dan juga pola interval yang ada di dalam tangga nada diatonis mayor mungkin sudah termasuk ilmu dasar yang sudah diingat di luar kepala. Akan tetapi, hal tersebut berbeda dengan beberapa orang atau pemula yang baru saja masuk ke dunia musik. Pastinya, mereka masih bertanya-tanya mengenai ilmu tersebut. Nah, dengan adanya artikel ini, semoga berbagai penjelasan yang sudah dibahas di atas dapat menjadi referensi pembelajaran bagi kamu yang ingin bergelut di dunia musik. Demikian penjelasan mengenai apa itu tangga nada diatonis mayor dan perbedaannya dengan tangga nada diatonis minor. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk belajar ilmu musik lebih dalam lagi? Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Ilustrasi piano yang dapat menghasilkan nada diatonis mayor. Sumber PixabayDalam setiap instrumen musik, tangga nada merupakan salah satu unsur penting yang berfungsi untuk menghasilkan alunan nada-nada indah dan enak didengar. Secara arti, tangga nada adalah hasil dari perpaduan nada-nada yang mempunyai interval satu tangga nada yang digunakan dalam sebuah lagu adalah tangga nada diatonis mayor. Sebagai pencinta musik, tentunya Anda harus mengetahui pengertian tangga nada diatonis mayor hingga contohnya untuk memahami perbedaan dengan tangga nada Tangga Nada Diatonis Mayor dalam MusikIlustrasi notasi musik. Foto PexelsMenurut buku Nada dan Irama karya M. Noor Said 2020, pengertian tangga nada diatonis mayor adalah tangga nada yang disusun dengan jarak nada atau interval berupa 1-1-1/2-1-1-1-1/2. Dalam seni musik, jarak nada atau interval merupakan jarak antara nada yang satu dengan nada lainnya. Adapun contoh dari tangga nada mayor adalah C mayor yang terdiri dari do, re, mi, fa, sol, la, si, dan juga Tangga Nada Diatonis MayorSetelah mengetahui pengertian tangga nada diatonis mayor, Anda juga perlu memahami ciri-ciri dari tangga nada ini supaya lebih mudah membedakannya dengan jenis tangga nada lain. Adapun ciri-ciri tangga nada diatonis mayor adalah sebagai yang dihasilkan mempunyai suasana yang riang gembira dan juga penuh semangatLagu biasanya diawal dan diakhiri dengan tangga nada dengan nada sol, mi, atau sering kali nada yang dihasilkan oleh tangga nada diatonis mayor sangat Lagu dengan Tangga Nada Diatonis Mayor dalam Musik Anak-AnakAdapun beberapa lagu dengan tangga nada diatonis mayor dalam musik anak-anak antara lain sebagai Sabang Sampai MeraukeJenis Tangga Nada Diatonis dan Ciri-cirinyaIlustrasi notanis musik. Foto PexelsTangga nada diatonis adalah tangga nada yang mempunyai dua jarak tangga nada, yaitu satu 1 dan setengah 1/2. Dikutip dari Mahir Bermain Keyboard oleh Jenark Kidjing 2016 37-41, tangga nada diatonis dibagi menjadi dua jenis, yaitu1. Tangga Nada Diatonis MayorTangga nada diatonis mayor merupakan tangga nada yang mempunyai susunan jarak nada 1-1-1/2-1-1-1-1/2. Jika dituliskan dalam nada, akan terbentuk nada-nada C-D-E-F-G-A-B-C. Tangga nada ini disebut sebagai tangga nada C Mayor. Adapun ciri-ciri tangga nada diatonis mayor, antara lainBiasanya, urutan nada dasarnya diawali atau diakhiri dengan nada do=C, meski tidak selalu. Sebab, tidak menutup kemungkinan diawali nada sol atau mi dan diakhiri nada riang gembira dan bersemangat. Pola susunan jarak nadanya adalah 1-1-1/2-1-1-1-1/ lagu bertangga nada diatonis mayor, yaitu "Garuda Pancasila", "Indonesia Raya", dan "Maju Tak Gentar".2. Tangga Nada Diatonis MinorTangga nada diatonis minor adalah tangga nada yang mempunyai susunan jarak nada 1-1/2-1-1-1-1/2-1-1. Jika dituliskan dalam nada, akan terbentuk nada-nada A-B-C-D-E-F-G-A. Tangga nada ini disebut sebagai tangga nada minor scale. Adapun ciri-ciri tangga nada diatonis minor, antara lainBiasanya, urutan nada dasarnya diambil dari nada dasar keenam dari tangga nada diatonis mayor, yaitu nada la dan berakhir pada nada la oktaf atas. Bersifat sedih dan kurang susunan jarak nadanya adalah 1-1/2-1-1-1-1/ lagu bertangga nada diatonis minor, yaitu "Gugur Bunga" dan "Syukur".Itulah penjelasan tentang pengertian tangga nada diatonis mayor beserta ciri-ciri dan contoh lagunya. Semoga bermanfaat. Apa itu interval nada?Apa contoh lagu dengan tangga nada diatonis mayor?Apa contoh lagu dengan tangga nada diatonis minor?

tangga nada mol dalam diatonik mayor berfungsi menurunkan sebanyak