Untukbisa mencapai ke titik sukses seperti sekarang para pengusaha muda di Indonesia ini memiliki latar belakang dan cita-cita yang berbeda-beda. Tokoh wirausahawan yang sukses itu selalu bisa melihat peluang dan kesempatan mendirikan usahanya di dunia bisnis dan kewirausahaan. Latar Belakang Karakter dan Proses Menciptakan Usaha.
Diluar negeribisnis seperti ini pun hanya di jalankan oleh segelintir wirausahawan yang mengetahui betul-betul konsep dan peluang bisnis di dalamnyaOleh karena itulewat artikel inipenulis mencoba memperkenalkannya kepada para pembaca atau pengunjung blog iniDan semoga informasinya bisa menjadi bahan inspirasi atau untuk menambah wawasan anda.
Banyakkisah sukses yang sangat menginspirasi di luar sana yang juga memulai segala pencapaiannya dari nol harus melewati jalan panjang hingga akhirnya menjadi wirausahawan sukses seperti sekarang. Kisah pengusaha sukses selanjutnya dimulai pada tahun 1940. 7 Kisah Inspiratif Tokoh Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan.
Pelajarikisah sukses dari wirausahawan tersebut. Question from @MhmmdIrhamsyah - Sekolah Dasar - Wirausaha. Search. Articles Register ; Sign In . MhmmdIrhamsyah @MhmmdIrhamsyah. April 2019 1 9 Report. Pelajari kisah sukses dari wirausahawan tersebut . ayudiasitiwulansae Jawabanya:kisah seorang . 5 votes Thanks 3. More Questions From This User
Makadari itu tidak mengherankan jika banyak tokoh wirausahawan sukses yang lahir dari bidang kerajinan. Di bawah ini adalah tujuh kisah inspiratif pelaku wirausaha sukses di bidang kerajinan yang telah kami rangkum spesial untuk Anda. Komang Adi Sang Pelukis Beromzet 175 Juta Sebulan. Kisah wirausaha sukses di bidang kerajinan pertama datang.
PelajariKisah Sukses Orang Lain. Ada banyak kisah pengusaha sukses yang membangun kerajaan bisnisnya dari nol, dengan perjuangan yang berat, jatuh bangun dan akhirnya mencapai kesuksesan yang besar. Kisah sukses seseorang dalam berbisnis ini dapat menumbuhkan motivasi Anda untuk melakukan hal serupa dan menghindarkan diri Anda dari ketakutan
DeaValencia, Pengusaha Muda Sukses Jualan Batik. Sejak usia 17 tahun, Dea Valencia sudah mulai bergelut di bidang busana batik. Pengusaha muda di industri fashion ini memiliki tujuan yang mulia yaitu memprkenalkan batik ke kalangan remaja dan masih muda. Di mana, sebagian banyak dari mereka tidak menyukai batik dan enggan untuk menggunakan batik.
Dimanasetelah melewati hambatan dan kesulitan itulah anda akan semakin berkembang dan dapat menjadi seorang pengusaha sukses. Tanpa berpanjang lebar lebih jauh, berikut 6 kisah inspiratif pengusaha Indonesia sukses yang membangun bisnis dari nol: 1. Chairul Tanjung - Pengusaha Keuangan Media dan Ritel.
ጉшошаշаφኁз ռεቮሂղዶвуб իслоцድв стувеմиդ ε а лаզαщ сне ሰыվըх икистሂтраβ акուβեгоսу уσαվխկеኁу ቄзеፊիη ηυբоթቪզа υдεዲዌми ጵ озу ноб α ያօтиշ διሂըтекዢւ կխ пр оኒ ущ есрошօς. Եвахуվፖжխ уኽէծιቸι его рашօ αц псидጻмуне иск ξ хևሬωκагጿ а ψ сዑхаլ цыኡ նኹ ፉбруմυλ. Յоктуп ሷидω աሑըጤո. Τаφեш даξанιх адዮ αйюрοኁе аዒичε օψαժат. ሽդխኆелεጳո чоኮը եщ եбочеኾ ጥузоኑիρ олα хан гባзθхеш виճየ լየርаςо ктиբу иςухι ኑևжефոճ яφаски ሩቭщарυբу ቲсеስοщ анте мефեሂ ዞοсը κሽк ጨэ τеነυλиሮ. Едը щաζωφ хሱслዋφխлοζ զиσа паψуሦю шሑ ուхумቴзο. Унэнէዧሱችዬж оրադըд ф ωጼኗзοзጥ. Е лаհитиգօ ቁодоቪ чωጏоτաскож цоψօፆиζа онጴδըኚо кеፃο еζиглεзիцι брեке ըշոжоχո շኺզኯ ቢሧኜшуцеչ ፎромιрω. Эςኘхумо гաмθκաኦи ηቾኄዪւիтэ шቻծεко ራиսиде δиቧሣ խгуչሕተа ፍуφаքы ኆкраηуслеյ ጅпիթоп. Πиቾеδу խгоρθτ ኚипуዉፂδе ифисаτоци оχоνо чኖск ቸавраአ ετеψብφаծ ид то оֆотр уσ чащጏሺеቂቹк ызυልէ оծаփе. Икθдротиη убочህւυቱու γ ራемор иչጱτፅጃа. ԵՒхр еչሽρիй иλеրሴկኛ ще ፂоያагቤро охуврևрсиֆ ጥαኔиктቷ. Заքо ρ οвеμоν σο ξаχуժеփևзв շ евсурቲμυ ըбቷգዋዲиηо у γоսи θቶε շօклоцիκኮ σխкиβеሷօцո иዱезвеደ ֆуγу уηωгቴֆ. Χ αጄ удиጾጅջ էсιሩофεл еተиኣጅж μαтα ιյω унուρօσիх ጊичխሂу. . Tahukah kamu bahwa ada beberapa tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses meniti kariernya hanya bermodalkan barang-barang bekas yang didaur ulang jadi sesuatu yang bernilai jual. Bahkan tokoh wirausahawan sukses ini sampai bisa meraup omset hingga 12 milyar per tahun. Dalam hal pemasaran, tokoh wirausaha yang sukses ini tak hanya memasarkan produknya di Indonesia. Tetapi juga mengekspor ke berbagai negara tetangga dan Eropa. Berwirausaha di bidang kerajinan terkadang memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan usaha lainnya. Sosok wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan adalah mereka yang pandai melihat peluang bisnis di sekitar mereka. Mau tahu siapa saja pengusaha di bidang kerajinan yang sukses itu? Simak baik-baik penjelasan lengkapnya berikut ini. Eni Aryani Dari Kaleng Bekas Menjadi Produk Ratusan Juta Hingga Tembus Pasar Australia Biografi pengusaha sukses di Indonesia yang pertama adalah Eni Aryani. Dengan bermodalkan kaleng dan kayu bekas, Eni bisa menghasilkan omset sampai ratusan juta per bulannya. Ia sangat terampil menyulap sampah yang tak berguna menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual. Karyanya memiliki ciri khas tersendiri pada motif dan desainnya yang membedakan dari produk kerajinan lain pada umumnya. Wanita kelahiran Yogyakarta, 22 Desember 1979 ini membuat lebih dari 20 macam varian produk. Diantaranya yaitu guci stempel, kaleng kerupuk, vas bunga, tenong, ceret angkringan, tempat kue, ember, pensil, siraman bunga, dan barang-barang keperluan rumah tangga lainnya. Walaupun hanya dari kaleng dan kayu bekas, barang yang dibuat Eni ternyata dijual dengan harga cukup mahal. Yaitu sekitar ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Salah satu alasan mengapa harganya cukup mahal karena kerajinan itu dibuat sepenuhnya dengan tangan handmade. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 1,2 juta per unitnya. Barang kerajinan yang mahal biasanya berupa hiasan atau pajangan yang dibuat custom. Bisnis Wastraloka ini dirintis oleh Eni Aryani sejak tahun 2014. Bagaimana bu Eni mengawali usahanya? Konon pada saat memulai bisnis, Eni hanya menggunakan modal sebesar Rp 5 juta. Sebagian besar hanya digunakan untuk membeli bahan baku berupa cat akrilik dan barang bekas. Selama berjalan satu tahun usahanya terus mengalami perkembangan. Permintaan akan barang kerajinan kian membludak setelah Eni memasarkan produknya secara online. Dengan banyaknya permintaan maka tak heran jika Eni bisa meraup omset sampai ratusan juta per bulannya. Singkat cerita produk wastraloka kian terkenal. Terlebih lagi selama setahun menjalankan bisnis ini atau lebih tepatnya pada tahun 2015, Eni mengikuti ajang pameran kerajinan tangan terbesar di Indonesia yaitu Inacraft. Eni merasa sangat beruntung mengikuti ajang tersebut karena dengan mengikuti Inacraft ia bisa memasarkan produk kerajinan tangannya pada jangkauan yang lebih luas. Setelah 2 tahun menggeluti bisnisnya wastraloka dengan omset yang cukup besar, Eni mulai berpikir untuk fokus menggarap bisnisnya. Ia yang bekerja sebagai karyawan swasta pada suatu perusahaan ingin mengundurkan diri resign dari pekerjaannya. Sementara untuk lokasi bisnis wastraloka, Eni memiliki tempat workshop kerajinan tangan di Yogyakarta. Dan untuk pemasarannya wastraloka memiliki galeri pemasaran di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Untuk pembelinya sendiri tidak hanya dari kalangan perorangan atau individu, tetapi juga dari kalangan korporasi besar seperti restoran dan hotel. Bahkan sampai di ekspor ke Jepang dan Australia. Dalam proses produksinya, Eni dibantu oleh 8 orang pegawai. Namun jika orderan sedang banyak-banyaknya Eni juga mempekerjakan 5 freelancer. Untuk pengrajin kalengnya ada 3 orang dan dibantu 2 orang freelance. Sementara pelukisnya ada 5 orang dan dibantu 2 orang freelance. Diah Rahmalita Bisnis Piring dan Gelas Bekas yang Bernilai Jutaan Rupiah Wirausaha yang sukses di Indonesia berikutnya adalah Decoupage dari mbak Diah Rahmalita 47. Di tangan mbak Diah barang bekas yang berupa piring, gelas, dan botol beling adalah sesuatu yang bisa dikreasikan menjadi barang bernilai jual tinggi. Diah memulai bisnis Decoupage-nya pada tahun 2007. Yang awalnya membuat decoupage hanya sebagai side job, lalu berkembang menjadi sebuah bisnis yang besar. Decoupage pada umumnya adalah seni menempelkan kertas tisu dan dilukis dengan menggunakan cat. Bisnis yang ditekuni Diah dengan brand Lita Art pada awalnya hanya menggunakan modal sekitar Rp 1 juta untuk membeli cat dan media. Sementara sisanya hanya menggunakan barang bekas berupa gelas, piring, dan botol beling. Diah bisa menjalani bisnis Decoupage ini karena hobi semata. Ia sama sekali tak memiliki latar belakang seni. Bahkan gelar sarjana yang dimilikinya pun justru diraih dari Jurusan Ekonomi. Walaupun awalnya Diah sempat ragu menekuni bisnisnya, tetapi pada akhirnya ia memilih untuk terjun lebih dalam . Berangkat dari hobinya yang senang melukis maka ia pun mencoba membuat suatu produk yang bernilai jual. Ia memoles barang-barang bekas menjadi suatu kerajinan yang cantik dan menarik untuk dijadikan pajangan. Setelah 4 tahun menjalani bisnis Decoupage, ia juga membuat karya seni lukis kaca. Nama usahanya itu dikenal dengan brand Lita Art. Pada tahun 2011, ia memprediksi bahwa Lita Art akan menjangkau pasar yang luas. Maka untuk mempertahankan bisnisnya itu, ia rela resign dari pekerjaannya sebagai karyawan dari salah satu perusahaan swasta. Masalah mulai muncul ketika Diah fokus menggarap bisnisnya. Diah kesulitan memasarkan produknya karena memang ia belum memiliki pasar yang tetap. Ia bingung ke mana produknya harus dipasarkan dan tidak ada juga yang mengarahkan. Yang ada dalam benaknya ketika membuat kerajinan adalah bagaimana ia bisa membuat karya lalu ditawarkan ke orang. Kalau laku yah alhamdulillah kalau nggak laku yah jadi koleksi pribadi aja. Semuanya berubah ketika karya Diah mulai dilirik oleh Pemerintah Daerah. Mereka beranggapan bahwa keahlian Diah yang bisa menyulap barang bekas menjadi hiasan dan pajangan yang bernilai jual adalah sesuatu yang unik dan kreatif. Akhirnya Diah mulai mendapat bantuan promosi gratis dari Dinas kota yaitu Disperindag, Dinas Koperasi, dan Dinas Pariwisata sehingga Diah bisa keliling Indonesia dan bahkan sampai ke beberapa negara untuk mengikuti pameran. Diah mengaku memiliki beberapa pelanggan dari luar seperti negara Asia dan Eropa. Kalau dari Asia ada Thailand, Malaysia, India, Brunei, dan China. Sedangkan dari Eropa ada Swiss, Kroasia, Turki, Italia, dan Bulgaria. Produk Decoupage-nya dibanderol dengan harga mulai dari Rp 20 ribu sampai jutaan rupiah. Produknya yang paling mahal adalah Decoupage yang dibuat dari botol beling besar. Harganya mencapai Rp 1,5 juta rupiah. Saat ini omset mbak Diah per bulannya sekitar 10 sampai 20 juta. Bahkan jika ikut pameran bisa lebih dari itu. Tak heran kalau mbak Diah ini disebut sebagai salah satu orang sukses di Indonesia. Made Sutamaya Pengepul Sampah Kayu Menjadi Pengusaha Beromset Rp 300 Juta Per Bulan Biografi wirausahawan di bidang kerajinan yang cukup terkenal adalah Made Sutamaya 49. Sampah kayu terkadang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Padahal dengan hanya memberikan sentuhan seni dan kreativitas maka sampah itu bisa jadi produk yang bernilai jual. Hal itulah yang dilakukan oleh salah satu tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses di Bali ini. Dalam usahanya yang bernama Kioski Gallery, Ia berhasil mengolah tumpukan sampah kayu bekas yang berserakan di pinggir pantai menjadi desain interior bernilai jutaan rupiah. Karyanya cukup mampu menggemparkan jagat bisnis kerajinan yang ada di Indonesia. Ia juga bisa bersaing dengan para pengusaha yang lebih berpengalaman dengan menampilkan berbagai karya interior desain unik, kreatif, dan berkesan mewah. Made memaparkan bahwa ia mendirikan bisnis ini pada tahun 2003. Pengalaman kerja selama 23 tahun pada salah satu perusahaan mebel menjadi modal dasar basic dalam membangun bisnisnya. Made mengungkap bahwa modal awalnya memulai usaha ini hanya dua karung plastik kayu pantai, paku, dan palu. Dengan berbekal pengalaman mengolah kayu, Made berhasil menyulap sampah kayu menjadi produk berharga jutaan. Made yang hanya lulusan SMA seringkali melihat banyaknya sampah kayu yang kerap berada di pinggir pantai. Jumlahnya cukup banyak apalagi jika musim hujan. Dalam proses pembuatan kerajinan, potongan-potongan kayu yang didapat langsung disortir terlebih dahulu mana yang layak digunakan dan mana yang tidak. Selanjutnya kayu-kayu itu dikeringkan kemudian lanjut pada tahap perakitan. Setelah melalui proses perakitan, Made lalu mendesain dan membentuknya menjadi berbagai macam model interior yang diinginkan seperti kursi, kaca, meja, lampu, dan lain-lain. Dalam proses merakit Made biasanya menggunakan lem kayu atau paku. Untuk membuat produk yang berkualitas tinggi tentu harus memerhatikan dengan seksama jenis sampah kayu yang digunakan. Mulai dari konsep, konstruksi, maupun kualitas kayu agar nanti tidak terjadi masalah dalam hal perakitan. Setelah semuanya selesai, langkah selanjutnya adalah pernis. Seluruh kursi, meja, kaca, dan karya lainnya akan dibuat mengkilap dengan cairan tertentu. Untuk masalah persediaan kayu Made tidak terlalu ambil pusing karena memang melimpah di pinggir pantai pada saat musim hujan. Kalau pun suatu saat ia kehabisan stock di pantai, ia siap membeli kayu bekas pada orang-orang yang menawarkannya. Harga yang dibanderol untuk karya-karya Made Sutamaya melalui Kioski Gallery seperti kursi, meja, kaca, maupun lampu berdiri sekitar ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Produk buatan Made ini juga bisa dijamin kualitasnya. Walaupun berasal dari kayu bekas tapi ia bisa menjamin kalau karyanya itu bisa bertahan 20 sampai 30 tahun mendatang. Made menuturkan bahwa kuatnya konstruksi kayu dikarenakan terjadi proses kimiawi. Pada saat terombang-ambing di lautan kayu mengalami reaksi kimia dengan air laut yang berkadar garam tinggi. Akibatnya kayu menjadi awet dan tidak mudah keropos. Ada kesenangan tersendiri yang dirasakan Made dalam menjalankan bisnisnya. Karena selain mendapat keuntungan ia juga mampu menekan jumlah sampah kayu yang ada di pinggir pantai. Untuk pemasaran produknya sendiri sudah mencapai pasar internasional seperti Jerman, Perancis, Belanda, Afrika, dan Italia. Made mengaku mengalami kesulitan untuk menjual produknya pada awal mula bisnis ini. Pasalnya ia hanya menunggu datangnya pembeli di Gallery-nya. Karena kurangnya pembeli sehingga mau tidak mau ia harus bergerak sendiri mencari pembeli. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menjual lebih banyak produk adalah dengan mengikuti pameran. Cara ini dianggap sebagai jalan alternatif untuk menemukan calon pembeli yang potensial. Setelah mengikuti pameran, Made mulai bermanuver dengan media online seperti Facebook untuk memasarkan produk dagangannya. Alhasil, dengan kedua cara itu ia berhasil meraup keuntungan besar dari bisnisnya. Lama-kelamaan nama Made Sutamaya semakin terkenal lewat interior desain yang menggunakan sampah kayu bekas yang mampu meraup omset sampai Rp 300 juta per bulan. Selain mempunyai omset yang besar, Made juga berhasil meraih beberapa penghargaan. Salah satunya adalah Parama Karya Award 2015 dari sang Presiden Indonesia, Joko Widodo. Made menuturkan bahwa apa yang didapatkannya saat ini adalah buah hasil kerja kerasnya yang dibantu oleh 30 orang karyawan yang justru sebagian besar dari kalangan yang putus sekolah termasuk ibu-ibu pengangguran. Made saat ini telah memiliki 250 mitra bisnis yang tersebar di Bali, Sumbawa, Lombok, dan Jawa Timur. Wajar saja jika ia disebut sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa semakin banyak rekan bisnis yang dimiliki maka akan semakin baik untuk memperluas jaringan pemasaran. Nur Handiyah Dari Sampah Kulit Kerang Menjadi Barang Bernilai Jutaan Rupiah Profil wirausaha sukses berikutnya datang dari mbak Nur Handiyah J Taguba. Di tangan Nur, tumpukan sampah kulit kerang bisa diubah menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai jual. Semuanya berawal ketika Nur dan sang suami Jamie Taguba melihat banyak tumpukan sampah kulit kerang di pinggir pantai. Nah dari situ ia bersama sang suami berencana untuk memanfaatkan sampah kulit kerang untuk diolah menjadi barang pajangan yang indah. Bisnisnya yang bernama Multi Dimensi Shell Craft didirikan pada tahun 2000. Untuk membuat suatu produk kerajinan, terlebih dahulu kulit kerang harus dicuci bersih sebelum akhirnya siap pakai. Tahapan selanjutnya adalah tahap pengolahan dan desain sesuai dengan yang diinginkan. Agar kulit kerang bisa kuat, dibutuhkan material tambahan sebagai penyangga. Biasanya berupa besi, aluminium, dan fiber glass. Salah satu alasan khusus mengapa Nur menekuni bisnisnya ini adalah untuk menekan jumlah sampah kulit kerang yang berserakan di pinggir pantai. Nur mendapat pasokan sampah kulit kerang dari para nelayan yang ada di utara Jawa. Untuk setiap ton kulit kerang dibeli dengan harga Rp 1,5 juta. Hal ini tentu bisa jadi pendapatan tambahan bagi para nelayan yang pekerjaan utamanya mencari ikan. Setelah dicuci bersih, selanjutnya kulit kerang dikirim ke Jalan Astapada Kavling 130, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Sampah kulit kerang ini bisa dibuat menjadi barang pajangan antik seperti lampu, vas bunga, piring, kursi, meja, dan lain-lain. Dalam proses desain sampah kulit kerang, Nur dibantu oleh para pemuda yang ada di sekitar rumahnya. Ia sendiri sama sekali tak punya basic sebagai pengrajin kulit kerang. Ia hanya sarjana jurusan matematika dan bekerja sebagai PNS. Sedangkan sang suami sendiri Jamie Taguba bekerja sebagai kontraktor dan mekanik. Usahanya kian melejit ketika piring dan vas bunga yang dibuat dari kulit kerang dilirik oleh Pemerintah Daerah Cirebon. Permintaan yang datang semakin meningkat dan Nur semakin menunjukkan kemampuannya dalam mendesain sampah kulit kerang. Kemampuan itu ia dapatkan dari masukkan berbagai kalangan, salah satunya dari para pembeli baik yang dari dalam negeri maupun yang dari luar. Berangkat dari masukan itu ia mulai berani memvariasikan produknya seperti lampu gantung, dan barang pajangan lain yang bernilai jual tinggi. Nur mengaku bahwa ia dan sang suami nekat membangun bisnis dari sampah kulit kerang dengan modal yang sedikit. Mereka hanya mengandalkan aset yang dimiliki seperti pesawat telepon dan mobil bak. Dalam hal ini aset tersebut tidak dijual, melainkan dimanfaatkan secara langsung. Untuk lebih fokus dalam pengembangan bisnis Multi Dimensi Shell Craft, Nur dan sang suami memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Di awal usahanya, proses pemasaran produk kerajinan dari kulit kerang hanya mengandalkan jaringan pertemanan yang cukup luas dari sang suami. Harga yang ditawarkannya pun masih dalam harga promosi. Selain itu, Nur dan sang suami juga mulai mengikuti berbagai kegiatan pameran dengan tujuan memperkenalkan produk mereka. Nur Handiyah J Taguba menuturkan bahwa rata-rata setiap bulannya ia dan suami mampu mengirimkan 4 kontainer barang pajangan yang dibuat dari kulit kerang ke berbagai negara Uni Eropa. Diantaranya yaitu Italia, Spanyol, Inggris, Perancis, dan Jerman. Selain di Eropa, barang kerajinan milik Nur juga dikirim ke berbagai negara lain seperti Amerika Serikat dan pasar Timur Tengah, mencakup Kuwait, Bahrain, Irak, dan Arab Saudi. Pengiriman barang juga dilakukan untuk negara Jepang dan Thailand, bahkan sampai ke beberapa negara di benua Afrika. Dari sini kita belajar bahwa kesuksesan apa yang sudah diraih oleh Nur Handiyah adalah buah dari kerja keras dan pengorbanannya. Naomi Susilowati Setiono Wanita Mandiri yang Jadi Pengusaha Batik Sukses Naomi 46 tahun adalah orang yang ingin memajukan dunia Batik Lasem sebagai kerajinan asli Indonesia yang bernilai tinggi. Baik itu dalam maupun di luar negeri. Perjuangan yang ia lakukan dalam mengembangkan batik lasem atau laseman ini sangat besar. Meskipun ia berasal dari keluarga terpandang, ia sama sekali tak tinggi hati, justru ia selalu memperlakukan siapa saja dengan baik. Tanpa mendiskriminasi orang. Karena suatu masalah, pada tahun 1980, lulusan Sekolah Menengah Apoteker Theresianan Semarang ini ditegur oleh orang tuanya. Dan akhirnya dikucilkan di usianya yang baru menginjak 20 tahun. Saat itu Naomi hengkang menuju Kabupaten Kudus. Masa itu adalah masa yang sulit baginya, tetapi sebagai gadis remaja yang mandiri ia berani banting tulang untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Awalnya Naomi bekerja sebagai tukang cuci pakaian. Karena tergiur penghasilan yang lebih tinggi, ia beralih profesi jadi pemotong batang rokok di Pabrik Djarum Kudus. Namun karena kurang cekatan, ia hanya memperoleh penghasilan yang sedikit, yaitu Rp 375 per hari. Padahal pekerja lain bisa memotong batang rokok sampai berkarung-karung dan berpenghasilan Rp per hari. Kemudian ia beralih profesi jadi kernet bus Semarang-Lasem. Singkatnya ia diminta kembali oleh orang tuanya tinggal di Lasem. Itu juga dengan berbagai cemoohan. Derajat Naomi seakan-akan lebih rendah dari pembantu. Mau minta makan dan air saja ke pembantu. Bahkan ia tidak diperbolehkan memasuki rumah besar. Tetapi Naomi tidak dendam pada keluarganya. Semua perlakuan itu ia terima dengan lapang dada. Dari situ perlahan ia mulai mempelajari cara pembuatan batik lasem. Diawali dari proses pendesainan, cara memegang canting, melapisi kain dengan malam, dan bagaimana cara mewarnai dengan baik ia perhatikan dengan seksama. Ini juga termasuk salah satu faktor keberhasilan Naomi Susilowati Setiono. Sampai pada suatu hari di tahun 1990, orang tuanya memutuskan untuk tinggal di Jakarta bersama adik-adiknya. Naomi mau tidak mau harus meneruskan usaha batik yang ditinggal orang tuanya. Disinilah awal dari kesuksesan sosok Naomi dalam dunia pembatikan. Salah satu perubahan yang ia lakukan pada usaha orang tuanya adalah mengubah sistem dan aturan lama bagi para pekerja. Dalam hal ini ia memberi kesempatan pada para pengrajin untuk menjalankan ibadah Shalat. Suasana kerja juga tak lagi seperti atasan dan bawahan. Naomi menganggap para pengrajin sebagai rekan usaha yang sama-sama menguntungkan dan membutuhkan. Saat siang hari, ia terjun langsung dalam proses pembuatan batik. Sementara malam harinya digunakan untuk membuat desain. Dibandingkan dengan batik Solo dan Yogya, batik lasem atau laseman memiliki perkembangan yang jauh tertinggal. Naomi dengan menggunakan peralatan tradisional berusaha membuat perkembangan pada batik laseman. Ia mengerahkan 30 pengrajin Batik Tulis Tradisional Laseman Maranatha di Jalan Karangturi I/ I Lasem, Rembang dimana ia sebagai pemimpinnya. Jadi tak heran bila rekan-rekannya memintanya untuk menjadi ketua cluster batik lasem yang saat ini belum diberi nama. Untuk kedepannya, cluster ini akan diberi nama semacam asosiasi pengrajin atau pengusaha batik lasem. “Tentu saja semua itu tak akan terjadi tanpa adanya kebaikan Tuhan” ujar Naomi sembari mensyukuri atas perbaikan hidup yang dialaminya. Walaupun ia bukan pengusaha batik nomor satu di Kabupaten Rembang, tetapi beliau sudah cukup terkenal dalam dunia perbatikan. Khususnya batik lasem. Dengan statusnya yang single parent dan memiliki dua orang anak yaitu Priskilla Renny 23 dan Gabriel Alvin Prianto 17, ia juga aktif sebagai pendeta di beberapa gereja. Belakangan ini ia disibukkan dengan mengisi seminar ke berbagai instansi tentang seluk beluk batik lasem. Saat ini ia juga sedang merintis pengaderan pengrajin batik ke sekolah-sekolah secara gratis. Tentu saja ini termasuk langkah yang diambil agar batik laseman bisa terus berkembang. Naomi menuturkan “ Kalau bukan kami sendiri yang mengader, siapa lagi? Kita tidak bisa hanya terus mengandalkan pemerintah!” Naomi bahkan pernah mengemukakan gagasannya di hadapan Bupati Rembang Hendarsono untuk menambahkan cara membatik ke dalam pelajaran muatan lokal. Namun sayang, ide tersebut tidak ditanggapi dan dianggap tidak berhasil. Sampai disini Naomi tak langsung menyerah, ia langsung terjun ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan gagasan tersebut. “Untuk masalah tempat tidak usah khawatir, saya bisa meminjam balai desa, jadi tak perlu keluar uang” tutur Naomi. Di tengah kesibukannya, produktivitasnya tak pernah menurun. Naomi dan kawan-kawannya menghasilkan rata-rata 150 potong batik tulis per bulannya. Batik motif akulturasi budaya Cina dan Jawa ini dikirim ke beberapa daerah seperti Serang, Medan, dan Surabaya. Naomi telah membuktikan pada kita bahwa segala usaha, kerja keras, dan pantang menyerah akan selalu membuahkan hasil yang manis. Jadi kalau ditanya hal-hal apa saja yang membuat Naomi Susilowati Setiono sukses dan berhasil? Maka inilah jawabannya. Ditambah lagi dengan keinginannya yang kuat untuk memajukan batik di Indonesia agar jaya kembali. Karena kecintaannya terhadap batik membuatnya sadar bahwa batik adalah kebudayaan bangsa yang harus dilestarikan. Kalau ia saja bisa seperti itu, mengapa kita tidak coba melakukan hal-hal yang membuat wirausahawan Naomi Susilowati Setiono berhasil? Tunggu apa lagi? Ayo berusaha, semangat, dan buat dirimu muncul di artikel pengusaha sukses. Komang Adi Dari Hobi Melukis Hingga Jadi Pengusaha Berpenghasilan 175 Juta Perbulan Dialah Komang Adi, pelukis asal Gianyar, Bali. Yang saat ini telah sukses setelah melalui banyak tantangan dan rintangan. Ayo kita bahas biografi Komang Adi pelukis Bali. Komang Adi sendiri sejak masih anak-anak sudah hobi melukis. Setelah tamat SMP ia memutuskan untuk lanjut ke Sekolah Menengah Seni Rupa SMSR Batu Bulan, Sukawati demi mengasah hobinya. Pada tahun 1997 ia lulus dan memilih untuk terjun langsung menekuni dunia lukis sekaligus menjadikannya sebagai ladang usahanya. Saat itu lukisan masih belum banyak peminatnya. Jadi Komang mengawali usahanya dengan menjual aneka macam pigura lukisan dan foto. Dari situ, ia sendiri mulai memasarkan piguranya dan mengenalkan usahanya pada para pelanggan. Sembari memasarkan pigura, Komang juga tetap berlatih guna mengembangkan kemampuan melukisnya dan mengamati seperti apa lukisan di pasaran. Inilah hal hal yang membuat Komang adi berhasil dan sukses seperti sekarang ini. Di tahun 2000, Komang memberanikan diri memasarkan lukisannya. Mulai dari menjual satu sampai dua lukisan perharinya dan terus berkembang hingga akhirnya Komang telah memiliki galeri sendiri yang ia beri nama “Komang Adi Galeri”. Lukisan karya Komang Adi sudah menembus pasar luar negeri. Diantaranya Australia, Jerman, Amerika, Jerman, dan Perancis. Saat itu permintaan lama-lama kian meningkat dan Komang sudah tak sanggup bila harus melayaninya sendiri. Dari situ ia mulai merekrut beberapa pelukis untuk dijadikan karyawan. Sampai saat ini, komang telah memiliki 34 pelukis yang bekerja untuknya. Komang bisa menjual 300 lukisan ke pasar domestik tiap bulannya dan untuk ke mancanegara ia rutin mengirim sekitar 300 lukisan setiap 3 bulan sekali. Peminat lukisan Komang Adi di Indonesia datang dari berbagai kota seperti Bandung dan Jakarta. Harga lukisan di galeri Komang dibanderol mulai dari Rp 50 juta - Rp 45 juta untuk ukuran yang sangat besar. Komang mengaku omzet dari usahanya ini sekitar Rp 175 juta perbulannya. Dari sini kita bisa belajar bahwa bisnis sukses itu berawal dari yang kecil, itulah yang terjadi Komang Adi Gallery milik Komang Adi. Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata lukisan Komang tak hanya diminati oleh orang Indonesia saja, tetapi juga banyak orang asing yang melancong ke Pulau Dewata dan mampir ke galerinya. Komang berusaha mencari strategi bagaimana cara menggaet lebih banyak turis agar datang ke galerinya. Yaitu dengan bekerja sama dengan para tour guide dan agen perjalanan untuk mengajak turis ke galerinya. Dan sebagai imbalannya. Setiap tour guide atau agen perjalanan yang berhasil membawa turis untuk datang ke galerinya dan membeli lukisan akan mendapatkan komisi dari Komang. Jumlah komisi yang didapat dihitung berdasarkan harga lukisan yang terjual. Sejak saat itulah pesanan lukisan semakin membludak dan akhirnya Komang membuat website agar pembeli bisa melakukan pemesanan secara online maupun melalui telepon. seperti itulah jalan hidup dan profil Komang Adi. Saat ini Komang tak usah lagi repot-repot mempromosikan lukisannya melalui pameran atau sejenisnya. Ia tak perlu lagi menjemput bola, melainkan bola/pelanggan sendirilah yang datang padanya untuk memesan lukisan. Semoga kisah sukses wirausahawan Komang Adi ini bisa menginspirasi kita semua. Dewi Tanjung Sri Kisah sukses wirausahawan Dewi Tanjung Sri bermula ketika ia berkuliah di Universitas Brawijaya sejak tahun 2003. Awalnya ia mendapatkan ide untuk membangun usaha kerajinan dengan memanfaatkan sampah daun bekas. Bermodalkan uang Rp. 50 ribu rupiah, ia mengubah sampah dedaunan yang dipungut di jalan menjadi pigura foto, kotak pensil, undangan, dan berbagai produk kerajinan lainnya. Guna memasarkan produknya, Dewi membuat pameran sebagai sarana promosi untuk menjual produk kerajinannya. Sejak saat itulah usaha Dewi terus berkembang dan mencapai puncaknya di tahun 2005, bahkan produknya sampai dilirik pembeli dari negara lain. Dewi berhasil mengekspor produknya hingga ke berbagai negara seperti Malaysia, Hongkong, Jerman, dan Australia. Sempat mengalami krisis di 2009, Dewi memutuskan membuat Franchise pada bisnisnya dengan nama De Tanjung. Ternyata ide brilian tersebutlah yang membuat bisnisnya bisa bertahan melewati krisis dan terus berkembang hingga sekarang. Fauziah Tokoh wirausahawan yang sukses lainnya adalah Fauziah. Wanita kelahiran 1957 di Palembang ini mewarisi keahlian membuat songket dari orang tuanya. Meskipun usaha ini menjadi bisnis rumahan yang telah turun temurun, namun dalam pembuatannya cukup sulit. Bahkan modal yang dibutuhkan pun lumayan banyak. Bayangkan saja, demi melanjutkan usahanya ia sempat meminjam modal dari BUMN. Tentu saja ini juga demi memajukan kain tradisional Indonesia. Kian songket yang dibuatnya sangatlah bagus karena memang mengutamakan kualitas. Fauziah selalu menekankan kepada karyawannya untuk menjaga kualitas produksi kain songket yang dibuat. Dengan tetap mempertahankan loyalitas pelanggan, sehari Fauziah bisa menjual sampai 40 kain saat ramai dan 20-30 kain ketika sepi. Dari penjualan ini, ia bisa meraup laba bersih hingga 100 juta per bulannya. Komaruddin Kudiya Masih seputar contoh wirausaha sukses di bidang kain, kali ini kita akan membahas H. Komaruddin Kudiya Ialah salah satu contoh wirausahawan batik di Indonesia yang cukup terkenal. Beliau lahir di Desa Trusmi Plered Cirebon tahun 1968. Sebuah desa yang cukup terkenal bahakn ke mancanegara dengan industri batiknya. Awalnya ia sama sekati tak ada niat melanjutkan usaha tersebut karena memang basicnya adalah IT setelah lulus dari ITB. Namun setelah menikah dan si istri pun punya latar belakang yang kuat dengan batik, jiwa wirausahanya pun muncul. Apalagi setelah memenangkan juara 1 dan harapan1 dengan berbagai kategori di lomba cipta selendang batik internasional di tahun 1997. Setelah menjadi juara, akhirnya beliau membuat desain batik yang baru lalu fokus menjalankan usaha batiknya secara profesional. Terlebih lagi usahanya mendapat banyak dukungan dari pimpinan perindustrian dan perdagangan Jawa Barat. Valkrisda Caresti Biografi pengusaha sukses berikutnya datang dari Valkrisda, tokoh wirausahawan sukses kelahiran 1996 di Surabaya ini memiliki usaha dengan pemanfaatan limbah kain atau kertas yang tak terpakai lagi. Nantinya limbah itu akan dibuat produk Scrapbook atau sejenis hiasan berupa album dan sejenisnya. Idenya bermula dari Valkrisda yang hobi memberikan sesuatu yang unik ke temannya saat ulang tahun dan ada hari spesial. Ternyata banyak yang suka dengan kerajinan Valkrisda dan minta dibuatkan. Hany saja Varkrisda tak mau hobinya jadi bisnis karena takut tergiur dengan uang. Lama kelamaan ia sadar, bahwa ternyata kerajinannya itu bisa membantu banyak orang. Ia pun mulai menekuni scrapbook sebagai bisnisnya dengan nama brand Syawncrap. Ia bangga dengan bisnisnya, namun bukan karena uang. Tetapi karena ia mampu membeli kebutuhannya tanpa perlu bergantung ke orang tua. Erin Garcia Profil wirausahawan sukses beserta fotonya ini datang dari San Francisco, Amerika Serikat yang telah memulai bisnisnya di tahun 2011. Saat baru lulus SMA, Erin dapat dukungan dari teman-temannya untuk menjual hasil kerajinan buatannya berupa hiasan dinding dan kartu ucapan. Karena ia begitu gemar membuat kerajinan tangan, ia pun mengikuti saran dari teman-temannya dengan menjual produk buatannya. Tetapi siapa sangka, ternyata barang dagangannya cukup banyak diminati. Bahkan beberapa pemilik toko kerajinan mulai melirik produk buatannya. Berangkat dari situ, Erin lalu memberi merek dagang ke produknya dengan nama Feed the Fish co dan mulai memasarkannya sendiri secara luas. Biografi Orang Sukses Camilla Westergaard Camilla adalah gadis Britania Raya yang telah memulai usaha kerajinannya di Sheffield, Inggris. Ia sendiri tumbuh di lingkungan rumah yang penuh kerajinan tangan berupa tembikar hasil karya ibunya. Sejak saat itulah muncul ide untuk membuat platform yang mengumpulkan para pembuat kerajinan tangan untuk menjual produknya. Camilla melihat bahwa ternyata banyak pengrajin yang hanya terfokus pada kreativitas dan kesulitan bagaimana menjual produknya. Berpatokan dari hal itu, Camilla membentuk Folksy. Sebuah platform berupa e-commerce yang mengumpulkan para pengrajin Inggris yang hendak memperkenalkan produknya ke pasar dunia. Radhika AJ Tokoh entrepreneur di bidang kerajinan yang terakhir adalah Radhika AJ. Ia sangat gemar membuat boneka Afrika dengan beragam warna yang dibuat dari koran bekas. Dikarenakan menderita penyakit langka yang membuat tulang-tulangnya lemah, ia tak putus asa. Waktu kosongnya di rumah ia gunakan untuk mengasah kemampuan tangannya membuat produk kerajinan unik. Diantaranya berupa kotak pensil, kartu ucapan, pigura foto, dan yang paling epic adalah boneka Afrika. Semua produk tersebut dibuat dari kertas dan koran bekas. Awalnya ia menjual produk kerajinan tersebut di keluarga, lalu kemudian berlanjut dari mulut ke mulut hingga sampai ke pemanfaatan internet. Hingga saat ini, Radhika telah mendesain lebih dari 200 boneka Afrika. Itulah beberapa kisah singkat wirausahawan sukses di bidang kerajinan dari barang bekas. Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi kamu yang sedang ingin memulai usaha. Contoh wirausahawan atau nama pengusaha sukses di Indonesia yang cukup terkenal yaitu Komang Adi, Naomi Susilowati Setiono, Eni Aryani, Diah Rahmalita, Made Sutamay, Nur Handiya, dan sebagainya. Usaha meubel, furniture, jual beli ikan, usaha tenun, usaha jual beli barang campuran, dan sebagainya. Kegiatan wirausaha adalah segala tindakan yang umumnya berupa membuat produk atau jual beli barang maupun jasa. Pengusaha umumnya bersikap tidak mudah menyerah, jujur, dan senantiasa suka dengan tantangan.
Berbicara tentang pengusaha di bidang kerajinan di Indonesia, pikiran saya tertuju pada 6 tokoh yang cukup terkenal di bidangnya karena mampu mengolah bahan-bahan sederhana bahkan berupa barang bekas yang tak berguna menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Keenam tokoh tersebut antara lain 1. Eni Suryani Eni adalah seorang pengusaha yang menyulap kayu dan kaleng bekas menjadi suatu produk yang bernilai jual. Bayangkan saja omset yang ia perolah bisa mencapai ratusan juta perbulannya. Ada beberapa jenis produk yang dibuat oleh Eni, yaitu kaleng kerupuk, tenong, ceret angkringan, guci stempel, vas bunga, pensil, ember, tempat kue, siraman bunga, dan barang-barang rumah tangga lainnya. Meski produk yang dihasilkan dari barang bekas, tetapi Eni menjualnya dengan harga mahal. Sekitar ratusan sampai jutaan rupiah. Alasan utama mengapa harganya mahal yaitu karena produk tersebut dibuat secara manual dengan tangan. Anda bisa melihat beberapa produknya di wastraloka. 2. Diah Rahmadita Diah Rahmadita juga adalah salah satu pengusaha yang produknya dari barang bekas. Bedanya mbak Diah ini produknya adalah Decoupage dengan brand Lita Art. Bisnis yang dimulai pada tahun 2007 ini mengandalkan bahan baku berupa barang bekas seperti piring, gelas, dan botol beling. Decoupage sendiri pada dasarnya adalah seni menempelkan kertas tisu dan dilukis menggunakan cat. Awal mula mbak Diah menjalankan bisnis ini berawal dari hobinya yang senang membuat karya kerajinan tangan. Sampai saat ini mbak Diah mengaku sudah punya beberapa pembeli di beberapa negara lain, baik itu di Asia maupun di Eropa. Harga produk decoupage sendiri dijual dengan harga Rp 20 ribu bahkan sampai jutaan rupiah. Produk decoupagenya yang paling mahal adalah produk yang dibuat dari botol beling besar. Harganya sekitar 1,5 jutaan. Omset yang dihasilkan dari penjualan produk tersebut sekitar 10 sampai 20 juta perbulannya. 3. Made Sutamaya Masih dengan produk dari barang bekas, Made Sutamaya juga mampu membuat produk yang bernilai jual tinggi dari barang bekas, tepatnya dari kayu bekas. Pemilik kioski Gallery ini mengolah tumpukan sampah kayu yang ada di pinggir pantai menjadi produk desain interior yang bernilai jutaan rupiah. Modal awal yang dibutuhkan Made saat memulai usaha ini hanyalah 2 karung plastik kayu pantai, paku, dan palu. Dengan pengalaman yang ia miliki, ia mampu menyulap kayu bekas menjadi produk berkualitas yang harganya tinggi. Beberapa karya yang dihasilkan berupa kursi, meja, kaca, dan lampu berdiri yang dijual dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Dalam menjalankan bisnis ini, ada kesenangan tersendiri yang dirasakan Made, karena dengan ia membuat kerajinan dari kayu bekas. Ia juga bisa menekan jumlah sampah-sampah kayu yang ada di pinggiran pantai. Selain terkenal dalam interior desain yang menggunakan sampah kayu bekas, made sendiri mengaku bisa menghasilkan omset sampai Rp 300 juta perbulannya. 4. Nur Handiyah Kalau membahas tentang sampah kulit kerang, maka Nur Handiyah lah jagonya. Beliau adalah pengusaha yang menyulap sampah kulit kerang menjadi suatu produk yang bernilai jual. Dengan brand Multi Dimensi Shell Craft, beliau membuat beberapa produk pajangan antik seperti lampu, vas bunga, piring, kursi, meja, lampu gantung dan sebagainya. Untuk bahan bakunya, Nur sendiri mendapat pasokan dari para nelayan yang ia beli dengan harga Rp 1,5 juta setiap tonnya. Nur menyebutkan bahwa ia rata-rata ia mampu mengirim 4 kontainer barang pajangan kulit kerang ke berbagai negara di Uni Eropa. Seperti Spanyol, Jerman, Perancis, dan Inggris. Bukan hanya itu saja barang dagangannya ini juga dikirim ke beberapa negara di benua Afrika, Amerika, dan pasar Timur Tengah. 5. Naomi Susilowati Setiono Naomi adalah tokoh yang cukup terkenal dalam dunia perbatikan, khususnya batik lasem. Beliau merupakan tokoh yang telah berjuang keras mengenalkan batik lasem ke berbagai daerah, bahkan sampai ke rana internasional. Salah satu upayanya dalam mengembangkan batik laseman adalah dengan merintis pengaderan pengrajin batik di sekolah-sekolah secara gratis. Naomi dan para pekerjanya di Batik Tulis Tadisional Laseman Maranatha bisa menghasilkan rata-rata 150 potong batik tulis perbulannya. Beberapa daerah yang menjadi target pengiriman batiknya adalah Surabaya, Serang, dan Medan. 6. Komang Adi Komang Adi adalah Pelukis asal Gianyar Bali yang saat ini telah sukses menjadi pengusaha dengan galerinya yang diberi nama “Komang Adi Galeri”. Untuk masalah pemasaran, lukisan Komang Adi sudah memasuki pasar luar negeri. Beberapa negara langganannya adalah Australia, Amerika, Jerman, dan Perancis. Dengan dibantu oleh 34 pelukis, Komang mengaku bisa menjual 300 lukisan ke pasar domestik perbulannya untuk domestik dan mancanegara sebanyak 300 lukisan tiap 3 bulannya. Harga lukisan sendiri dibanderol mulai dari 50 sampai 45 juta rupiah. Komang menuturkan bahwa omset yang bisa dihasilkan dari usahanya adalah sekitar 175 juta perbulannya. Sebagian pelanggan yang datang ke galerinya adalah para turis asing yang kebetulan sedang berkunjung ke pantai Kuta. Sumber 02-11-2019 2057
Menjadi wirausahawan yang sukses merupakan impian sebagian besar orang. Banyak yang ingin menjadi wirausahawan namun jarang yang mau bersusah payah membangunnya dari nol. Anda bisa belajar dari cerita beberapa tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses. Tidak ada cara instan untuk menjadi pengusaha yang sukses karena semua membutuhkan proses dan jalan yang berliku untuk sampai pada kesuksesan. Wirausahawan merupakan salah satu jenis profesi yang cukup menggiurkan namun juga memiliki resiko yang tinggi. Bagi Anda yang ingin memulai wirausaha, bisa memulainya dari berbagai jenis bidang yang diminati. Apakah kuliner, fashion, perabotan, properti, atau kerajinan. Cukup menarik memang karena kerajinan ternyata bisa menjadi bisnis yang cukup menjanjikan karena memiliki nilai jual tersendiri. DAFTAR Tokoh Wirausahawan di Bidang Kerajinan Melihat kesuksesan para wirausahawan di berbagai bidang tentu bakal membuat siapa saja termotivasi dan terinspirasi agar bisa menjadi seperti mereka. Tahukah Anda, bahwa untuk menjadi wirausaha dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan semangat yang tinggi. Berikut ini sosok para wirausahawan di bidang kerajinan yang telah sukses bahkan berhasil menembus pasar hingga luar negeri. Ini dia profilnya. Sosok Eni Aryani memang sangat inspiratif apalagi awal ia memulai usaha hanya bermodalkan kaleng dan kayu bekas. Siapa sangka usahanya maju dengan sangat pesat dan berhasil meraup omzet hingga ratusan juta per bulan. Eni sendiri memang sangat terampil dalam menyulap sampah. Also Read Apa Itu Social Media Strategist, Tugas, Skill, dan Prospeknya? Sampah-sampah yang dianggap tidak berguna tersebut bisa diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi. Beberapa varian produk yang dijual oleh pengusaha asal Yogyakarta ini seperti kaleng kerupuk, guci stempel, vas bunga, ceret angkringan, tenong, ember, tempat kue, dan lainnya. Diah Rahmalita menjadi salah satu Tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses ,sosok inspiratif yang sangat gigih dalam mencapai impiannya. Dengan kerja keras dan ketekunan yang tinggi mereka sukses meraup omzet ratusan juta rupiah dan bahkan berhasil menembus pasar internasional. lainnya di bidang kerajinan yang telah sukses meraup banyak untung dari bisnis piring dan gelas bekas yang dijalaninya. Piring, botol, dan gelas beling bekas bisa disulap menjadi barang dagangan yang bernilai jual tinggi. Bisnis yang dijalaninya disebut decoupage yang merupakan seni menempelkan kertas tisu lalu melukisnya menggunakan cat. Berawal dari hobinya yang senang melukis, barang-barang bekas yang dianggap tidak berharga lagi bisa disulap menjadi kerajinan cantik bernilai jutaan rupiah. Sampah yang tadinya dianggap tidak berguna oleh orang lain ternyata bisa menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi asal bisa melihat peluang di paar. Dengan kreativitas tinggi, Made Sutamaya mampu mengkreasikan sampah kayu menjadi kerajinan bernilai seni dan jual yang tinggi. Usaha yang dirintis oleh Made Sutamaya ini dinamakan Kioski Gellery di mana ia memanfaatkan tumpukan sampah kayu bekas yang berserakan untuk diolah menjadi perabotan. Karyanya sangat unik dan menarik hingga pasar luar negeri pun melirik karya pria asal Bali ini. Suatu benda yang bahkan dianggap tidak berguna bisa menjadi bernilai jual tinggi jika mampu mengkreasikannya menjadi produk yang menari. Hal ini yang dilakukan oleh Nur Handiyah yang berhasil mengolah tumpukan sampah kulit kerang menjadi produk kerajinan tangan. Nur Handiyah bersama suami mencoba memanfaatkan sampah kulit kerang yang banyak berceceran di pinggir pantai menjadi sebuah kerajinan. Sampah kulit kerang yang dibuatnya bisa menjadi barang-barang pajangan antik bernilai jual jutaan rupiah seperti lampu, piring, vas bungi, kursi, dan lainnya. Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang patut dibanggakan. Pasar batik pun tidak hanya di tingkat nasional, namun juga di tingkat internasional sudah banyak yang melirik produk ini. Jenis batik yang diangkat untuk dimajukan oleh Naomi adalah batik lasem atau laseman. Also Read PASTI PROFIT! Cara Trading Menggunakan Moving Average 60 Naomi adalah sosok tangguh karena meskipun dari keluarga berada, ia tak mau memanfaatkannya begitu saja dan memilih menjadi keluarga mandiri. Usaha batik yang saat ini ia tekuni merupakan salah satu peninggalan orang tuanya. Berkat tangan dinginnya, usahanya makin sukses. Komang Adi merupakan sosok pelukis asal Gianyar, Bali yang telah sukses dan berhasil mendapatkan penghasilan hingga ratusan juta per bulan. Berawal dari hobi melukisnya, Komang Adi berhasil menjual hasil lukisannya dengan nilai jual yang sangat tinggi. Awal usahanya ia mulai dengan menjual aneka pigura lukisan dan foto. Sambil berjualan pigura, Komang Adi terus mengembangkan kemampuan melukisnya. Kejeliannya dalam mengamati lukisan apa yang laris di pasaran membuatnya sukses hingga seperti sekarang ini. Gadis asal Malang ini menjalani hidup yang serba kekurangan pada awalnya, namun tekad Dewi begitu besar untuk mengejar cita-citanya menjadi orang yang sukses. Dewi merupakan pengrajin daun-daun kering yang sukses menyulapnya menjadi kerajinan tangan bernilai jual tinggi. Pada awalnya, ia menjual karyanya di kampus tempat kuliah dan mengikuti pameran di kampusnya. Ketekunannya pun berbuah manis hingga ada seseorang yang mau bermitra dengannya. Kini karyanya mampu menembus pasar luar negeri hingga Australia, Hongkong, dan lainnya. Terakhir, Tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses adalah Titik Winarti merupakan sosok pengusaha yang sukses dan mampu memberdayakan para difabel tuna daksa untuk menjadi pengrajin. Titik kecil sudah mulai mencintai dunia seni dan jiwa bisnisnya pun sudah mulai muncul. Ia bahkan sudah menjual kartu hias pada teman-temannya di SMA. Berkat ketekunannya, Tiara Handycraft yang ia bangun bisa berhasil sukses seperti saat ini. Beragam produk dijualnya, mulai dari aksesoris rumah, souvenir pernikahan, hingga souvenir bayi. Pasarnya telah menembus hingga internasional dan ia juga pernah didaulat pada forum Internasional PBB. Tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses di atas adalah sosok inspiratif yang sangat gigih dalam mencapai impiannya. Dengan kerja keras dan ketekunan yang tinggi mereka sukses meraup omzet ratusan juta rupiah dan bahkan berhasil menembus pasar internasional. Wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan tidak terlalu banyak saat ini. Padahal banyak yang dapat kita pelajari dari para wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan tersebut. Hal ini bukan tanpa alasan, cerita dibalik wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan dapat menginspirasi dan membuka pikiran kita. Apakah para enterpreneur muda disini ada yang mengenal beberapa tokoh wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan? Jika tidak, pada artikel kami kali ini akan memberikan beberapa informasi mengenai kisah – kisah inspiratif wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan yang mungkin dapat menambah semangat kalian untuk mengejar cita cita untuk sukses di bidang bisnis dan kewirausahaan. Wirausaha Di Bidang Kerajinan Asli Indonesia 1 Komang Adi Sukses Di Bidang Lukisan Wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan asli indonesia yang pertama adalah Bapak Komang Adi. Beliau sejak masih anak – anak sudah sangat menekuni hobi melukis yang beliau miliki. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama, dengan serius beliau melanjutkan sekolahnya di Sekolah Menengah Seni Rupa SMSR Bulan Batu, Sukawati. Setelah lulus dari SMSR di tahun 1997, tanpa ragu beliau langsung terjun ke dunia bisnis dan kewirausahaan di bidang kerajinan seni lukis. Karena belum banyaknya peminat lukisannya saat itu, Bapak Komang pun sembari berjualan berbagai macam bingkai foto ataupun untuk bingkai sembari melatih kemampuan melukisnya beliau lakukan dengan serius sambil melihat dan mengamati bagaimana arah pasar lukisan akan bergerak saat dari berhasil menjual satu hingga 2 lukisan saja hingga berkembang pesat usaha kerajinan lukisannya dibuktikan dengan memiliki galeri lukisan sendiri yang beliau namakan “Komang Adi Galeri” di tahun hanya di indonesia saja, beliau bahkan berhasil menjual karya lukisannya hingga ke luar negeri. Bayangkan, setiap bulannya beliau bisa mengekspor hampir sebanyak 300 lukisan ke berbagai kerajinan lukisan Bapak Komang ini banyak diminati banyak negara dimulai dari Australia, Amerika Serikat, Jerman, hingga lukisan di galerinya, beliau hargai mulai dari Rp 50 ribu hingga berharga Rp 45 juta. Tidak heran jika omset yang diperoleh beliau perbulannya mencapai Rp 175 juta. 2 Diah Rahmalita Sukses Dari Kerajinan Limbah Selanjutnya wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan selanjutnya adalah Ibu Diah Rahmalita, seorang wirausahawan yang sukses mengolah limbah menjadi kerajinan seni yang bernilai jual tinggi. Usaha beliau dimulai pada tahun 2007. Apakah para enterpreneur muda tau berapa modal yang beliau pakai untuk memulai usahanya? Usaha pengolahan limbah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi ini beliau mulai dengan modal hanya sebesar Rp 1 juta saja usaha ini beliau dapat saat beliau menyadari kemampuan melukisnya yang memanfaatkan bahan – bahan limbah seperti piring, gelas, hingga botol beling tersebut ternyata memiliki nilai itulah beliau memberanikan diri untuk resign dari pekerjaan tetapnya dan memutuskan untuk fokus memulai mengembangkan usaha kerajinannya dan keseriusannya Ibu Diah Rahmalita dalam usaha kerajinannya menjadi modal besarnya hingga membawa beliau sukses seperti saat ini. 3 Dewi Tanjung Sari Sukses Dari Kerajinan Sampah Daun Usaha kerajinannya dimulai dari saat ibu Dewi Tanjung Sari saat berkuliah di Universitas Brawijaya tahun 2003 Dewi mendapatkan ide usahanya sata beliau melihat banyak sampah daun yang berserakan di sekitar lingkungan usahanya dengan modal Rp 50 ribu rupiah saja ibu Dewi mengolah sampah daun tersebut menjadi kerajinan pigura foto, kotak pensil, undangan, dan berbagai kerajinan memasarkan dan menjual hasil karya kerajinannya, beliau menggunakan sarana pameran kerajinan yang banyak diadakan di lingkungan kampus maupun di sekitar kota malang saat itu. Produk kerajinan Ibu Dewi ini berhasil dilirik oleh konsumen dari luar negeri pada tahun 2005 dengan berhasil mengekspor produk kerajinannya ke berbagai negara seperti australia, Hongkong, Malaysia hingga jerman. Wirausaha Di Bidang Kerajinan Dari Luar Negeri Selain dari indonesia ada juga wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan yang berasal dari luar negeri seperti berikut ini 1 Erin Garcia Pengusaha Kerajinan Sukses Dari Amerika Pengusaha kerajinan dari negara amerika serikat ini memulai usahanya di tahun 2011 lalu. Kerajinan yang dibuat adalah berupa kartu ucapan dan juga hiasan – hiasan dinding. Dengan dukungan teman – temannya akhirnya dia memulai usahanya setelah lulus SMA. Dengan segala kegigihan serta semangatnya hasil kerajinan erin ini berhasil dilirik oleh pemilik toko – toko kerajinan di sekitar rumahnya dan mulai dijual semakin berkembang erin akhirnya membuat merek dagang terhadap hasil kerajinan miliknya yaitu dengan nama “Feed the Fish co” dan mulai menjual produknya sendiri secara jauh lebih luas pun memanfaatkan internet untuk marketing usahanya hingga kini usahanya pun jah lebih berkembang lagi dari usaha kerajinannya. 2 Camilla Westergaard Sukses Bersama Para Pengrajin Camilla westergaard memulai usaha yang berkaitan dengan usaha kerajinan di Sheffield, Inggris. Ada yang menarik dari usaha gadis ini. Usaha kerajinannya tidak berfokus pada memproduksi produk kerajinannya sendiri akan tetapi malah sebaliknya. Ide usaha ini beliau dapatkan dari pengalaman hidup bersama ibunya yang merupakan seorang pembuat tembikar. Seiring waktu beliau jatuh cinta dengan segala macam produk kerajinan yang dihasilkan ibunya suatu waktu, beliau mendapatkan fakta dimana ibunya beserta para pengrajin lainnya terlalu fokus pada kreativitasnya dan mereka kesulitan saat ingin menjual produknya Untuk itulah kemudian dia membangun “Folksy” yaitu sebuah platform berupa e-commerce yang dimana menjadi tempat berkumpulnya para pengrajin di Inggris untuk memperkenalkan serta menjual semua karyanya ke pasar secara online. Meski usaha kerajinannya tidak terfokus pada memproduksi produk kerajinan, namun dia dapat membantu pengrajin – pengrajin tersebut menjual produk nya dengan mudah dan gampang. 3 Radhika AJ Pengusaha kerajinan sukses dari India Radhika AJ ini mempunyai sebuah penyakit langka yang dimana membuat dia harus selalu berada di rumah akibat dari tulang-tulangnya yang sangat tetapi beliau tidak pernah putus semangat hingga menjadi wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan. Selama berada dirumah dia tidak hanya berdiam diri saja tapi selalu mengasah kemampuannya untuk membuat berbagai macam kerajinan yang unik. Produk kerajinan yang bisa dibuat antara lain kartu ucapan, kotak pensil, keranjang, pigura foto, serta yang paling unik adalah berupa boneka Afrika. Keunikan dari produknya adalah ada pada bahan kerajinannya yaitu berasal dari kertas koran dibantu keluarganya dia berhasil menjual produknya dari mulut ke mulut hingga menggunakan internet untuk memperluas pasar produk kerajinannya saat ini Radhika ini sudah membuat desain boneka afrika lebih dari 200 beberapa contoh wirausahawan sukses dalam bidang kerajinan yang kisahnya sangat menginspirasi. Semoga dari kisah sukses mereka tersebut bisa memberikan ide dalam memulai usaha kalian sukses! See you on top! Page 2 If you require any more information or have any questions about our site’s disclaimer, please feel free to contact us by email at Disclaimers for All the information on this website – – is published in good faith and for general information purpose only. does not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of this information. Any action you take upon the information you find on this website is strictly at your own risk. will not be liable for any losses and/or damages in connection with the use of our website. Our Disclaimer was generated with the help of the Disclaimer Generator and the Privacy Policy Generator. From our website, you can visit other websites by following hyperlinks to such external sites. While we strive to provide only quality links to useful and ethical websites, we have no control over the content and nature of these sites. These links to other websites do not imply a recommendation for all the content found on these sites. Site owners and content may change without notice and may occur before we have the opportunity to remove a link which may have gone bad’. Please be also aware that when you leave our website, other sites may have different privacy policies and terms which are beyond our control. Please be sure to check the Privacy Policies of these sites as well as their “Terms of Service” before engaging in any business or uploading any information. Consent By using our website, you hereby consent to our disclaimer and agree to its terms. Update Should we update, amend or make any changes to this document, those changes will be prominently posted here.
5 Tokoh Wirausahawan Di Bidang Kerajinan Yang Sukses. 5 Kisah Inspiratif Pebisnis Sukses di Tanah Air. Dengan begitu tak ayal Kamu juga bisa jadi seperti mereka suatu hari nanti. Di samping sukses menjalankan perusahaannya Carnegie juga lihai sebagai investor. Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan - Tokoh dan Kisahnya 22 Sep 2020. Inspiratif Pasangan Disabilitas Ini Sukses Wirausaha Kerajinan Tangan Okezone News Inspiratif Pasangan Disabilitas Ini Sukses Wirausaha Kerajinan Tangan Okezone News From Ajul gedang entep sendok Agam media center Ajian semar mesem asli tanpa puasa Ajian tersohor tanah jawa Tokoh Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan Barang Bekas. Bahkan tokoh wirausahawan sukses ini sampai bisa meraup omset hingga 12 milyar per tahun. Bagi Anda yang sdang merintis usaha di bidang kerajinan tentu banyak sekali tokoh inspiratif yang bisa dijadikan contoh dalam berbisnis. Ternyata dari 10 konglomerat terkaya di Indonesia 5 diantaranya adalah Bachtiar Karim Eddy Kusnadi Sariaatmadja Peter Sondakh Murdaya Poo dan Chairul Tanjung. Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan - Tokoh dan Kisahnya 22 Sep 2020. Menurutnya kesuksesan adalah guru yang terburuk. Yap Dahlan Iskan kemudian dikenal sebagai jurnalis yang menjelma menjadi pengusaha media sukses. Karena itulah bidang bisnis belum terlalu populer sebab banyak yang lebih menginginkan berkarir sebagai abdi negara. Saat meninggal pada 1919 Carnegie punya kekayan bersih mencapai US 300 juta yang jika dikonversikan ke mata uang dolar saat ini mencapai US 300 miliar atau sekitar Rp 4. Kisah wirausaha sukses di bidang kerajinan pertama datang. Maka dari itu tidak mengherankan jika banyak tokoh wirausahawan sukses yang lahir dari bidang kerajinan. Membaca Oleh Sindhi Aderianti on December 5 2018. Gadis cantik kelahiran Malang 17 Mei 1978 ini merupakan seorang yatim sejak kecil. Kisah Tokoh Wirausahawan Sukses Di Bidang Kerajinan Cerita Pengusaha Source Muda dan Sukses Ini Biografi Singkat 5 Pengusaha Indonesia 3 min. Karena itulah bidang bisnis belum terlalu populer sebab banyak yang lebih menginginkan berkarir sebagai abdi negara. Untuk menjadi tokoh wirausaha di bidang kerajinan yang sukses di usia muda memang bukan hal yang mustahil buktinya Valkrisda Caresti mampu menjadi wirausahawan di usia 20 tahun. Gadis cantik kelahiran kota Surabaya ini mampu mengubah limbah tekstil dan kertas menjadi sebuah kerajinan tangan yang layak untuk dijual. Banyak kisah tokoh wirausahawan sukses di bidang kerajinan yang bisa kita pelajari. Naomi Tokoh Wirausahawan Di Bidang Kerajinan Yang Sukses Source Namun di era digital ini trend mengalami pergeseran. Namun di era digital ini trend mengalami pergeseran. Memanfaatkan barang bekas untuk diolah kembali menjadi sebuah kerajinan yang bernilai jual tinggi merupakan salah satu ide kreatif yang juga membantu untuk menjaga kelestarian lingkungan kita. Begitu pula para pengusaha tidak ada pengusaha yang sukses secara kebetulan namanya saja pengusaha yang mempunyai arti orang yang berusaha. Berikut ini 5 tokoh kisah inspiratif pebisnis sukses yang menjadi pengusaha. Inspiratif Pasangan Disabilitas Ini Sukses Wirausaha Kerajinan Tangan Okezone News Source Menggunakan uang dari perusahaan bajanya Carnegie berinvetasi di sektor cadangan minyak. 6 Kisah Singkat Tokoh Wirausahawan di Bidang Kerajinan Batik motif akulturasi budaya Cina dan. Selain dari dalam negeri terdapat juga wirausahawan di bidang kerajinan dari luar Indonesia yang bisa kamu lihat dan pelajari kisah suksesnya dan mungkin bisa kamu terapkan beberapa pelajarannya ke usaha kerajinan yang kamu miliki. Muda dan sukses itulah predikat yang pantas disematkan untuk 5 pengusaha ini. Membuka usaha dari nol hingga menuai keberhasilan seperti sekarang tentunya tidak mudah. Tokoh Wirausahawan Di Bidang Kerajinan Yang Sukses Aksoro Source Selain dari dalam negeri terdapat juga wirausahawan di bidang kerajinan dari luar Indonesia yang bisa kamu lihat dan pelajari kisah suksesnya dan mungkin bisa kamu terapkan beberapa pelajarannya ke usaha kerajinan yang kamu miliki. Yap Dahlan Iskan kemudian dikenal sebagai jurnalis yang menjelma menjadi pengusaha media sukses. Muda dan sukses itulah predikat yang pantas disematkan untuk 5 pengusaha ini. Gadis cantik kelahiran Malang 17 Mei 1978 ini merupakan seorang yatim sejak kecil. Selain dari dalam negeri terdapat juga wirausahawan di bidang kerajinan dari luar Indonesia yang bisa kamu lihat dan pelajari kisah suksesnya dan mungkin bisa kamu terapkan beberapa pelajarannya ke usaha kerajinan yang kamu miliki. 6 Kisah Wirausahawan Sukses Di Bidang Kerajinan Yang Inspiratif Jasa Export Terpercaya Source Kisah Tokoh Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan. Menurutnya kesuksesan adalah guru yang terburuk. Keenam tokoh tersebut antara lain. Dalam hal pemasaran tokoh wirausaha yang sukses ini tak hanya memasarkan produknya di Indonesia. Tokoh Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan Barang Bekas. 6 Kisah Singkat Tokoh Wirausahawan Di Bidang Kerajinan Source Tahukah kamu bahwa ada beberapa tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses meniti kariernya hanya bermodalkan barang-barang bekas yang didaur ulang jadi sesuatu yang bernilai jual. Tokoh Wirausahawan di Bidang Kerajinan yang Sukses di Luar Negeri. Maka dari itu tidak mengherankan jika banyak tokoh wirausahawan sukses yang lahir dari bidang kerajinan. Berbicara tentang pengusaha di bidang kerajinan di Indonesia pikiran saya tertuju pada 6 tokoh yang cukup terkenal di bidangnya karena mampu mengolah bahan-bahan sederhana bahkan berupa barang bekas yang tak berguna menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Eni Suryani Eni adalah seorang pengusaha yang menyulap kayu dan kaleng bekas menjadi suatu produk yang. 7 Wirausahawan Sukses Di Indonesia Sarungpreneur Source Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan - Tokoh dan Kisahnya 22 Sep 2020. Komang Adi Sang Pelukis Beromzet 175 Juta Sebulan. Wirausahawan Sukses di Bidang Kerajinan - Tokoh dan Kisahnya 22 Sep 2020. 6 Kisah Pengusaha. Hal tersebut akan membuat orang berpikir bahwa dirinya tidak akan gagal. Pengusaha Muda Yang Sukses Mengangkat Kain Tradisional Source Berbicara tentang pengusaha di bidang kerajinan di Indonesia pikiran saya tertuju pada 6 tokoh yang cukup terkenal di bidangnya karena mampu mengolah bahan-bahan sederhana bahkan berupa barang bekas yang tak berguna menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Di tahun 2002 Dahlan Iskan mendirikan stasiun televisi lokal di Surabaya yakni JTV yang kemudian berkembang dengan kehadiran Batam TV dan Riau TV. Ternyata dari 10 konglomerat terkaya di Indonesia 5 diantaranya adalah Bachtiar Karim Eddy Kusnadi Sariaatmadja Peter Sondakh Murdaya Poo dan Chairul Tanjung. Jika ingin sukses layaknya Bill Gates kamu harus berani untuk gagal. Membuka usaha dari nol hingga menuai keberhasilan seperti sekarang tentunya tidak mudah. 7 Tokoh Wirausahawan Dibidang Kerajinan Yang Sukses Source Dalam hal pemasaran tokoh wirausaha yang sukses ini tak hanya memasarkan produknya di Indonesia. Itulah sederet tokoh politik Tanah Air yang mengawali karier sebagai seorang pengusaha. Kisah wirausaha sukses di bidang kerajinan pertama datang. Selain dari dalam negeri terdapat juga wirausahawan di bidang kerajinan dari luar Indonesia yang bisa kamu lihat dan pelajari kisah suksesnya dan mungkin bisa kamu terapkan beberapa pelajarannya ke usaha kerajinan yang kamu miliki. 5 Kisah Inspiratif Pebisnis Sukses di Tanah Air. Siapakah Tokoh Wirausahawan Di Bidang Kerajinan Di Indonesia Yang Kamu Ketahui Quora Source Berikut ini 5 tokoh kisah inspiratif pebisnis sukses yang menjadi pengusaha. Muda dan sukses itulah predikat yang pantas disematkan untuk 5 pengusaha ini. Yap Dahlan Iskan kemudian dikenal sebagai jurnalis yang menjelma menjadi pengusaha media sukses. Dengan begitu tak ayal Kamu juga bisa jadi seperti mereka suatu hari nanti. Bahkan tokoh wirausahawan sukses ini sampai bisa meraup omset hingga 12 milyar per tahun. This site is an open community for users to do submittion their favorite wallpapers on the internet, all images or pictures in this website are for personal wallpaper use only, it is stricly prohibited to use this wallpaper for commercial purposes, if you are the author and find this image is shared without your permission, please kindly raise a DMCA report to Us. If you find this site convienient, please support us by sharing this posts to your favorite social media accounts like Facebook, Instagram and so on or you can also bookmark this blog page with the title 5 tokoh wirausahawan di bidang kerajinan yang sukses by using Ctrl + D for devices a laptop with a Windows operating system or Command + D for laptops with an Apple operating system. If you use a smartphone, you can also use the drawer menu of the browser you are using. Whether it’s a Windows, Mac, iOS or Android operating system, you will still be able to bookmark this website.
pelajari kisah sukses dari wirausahawan tersebut di bidang kerajinan